Blog ini tidak dibuat oleh seorang Saksi Yehuwa. Blog ini membahas ajaran Saksi Yehuwa dengan menggunakan publikasi dan Alkitab. Ditujukan kepada siapa saja yang berhati tulus dan ingin memeriksa kebenaran pengajaran Saksi Yehuwa.

Minggu, 19 Mei 2013

Roh Kudus bukan pribadi seperti air dan darah? (1 Yoh. 5:6-8)

MP berpendapat bahwa Roh Kudus pada 1 Yoh. 5:6-8 bukan pribadi, karena disejajarkan dengan air dan darah yang pastinya bukan pribadi.

ti hlm. 21-22
Demikian pula, dalam 1 Yohanes 5:6-8 bukan hanya roh tetapi juga “air dan darah” dikatakan memberi “kesaksian.” Namun air dan darah jelas bukan pribadi-pribadi, demikian pula roh kudus bukan suatu pribadi.
it-2 hlm. 656
Bukti lain yang menyangkal gagasan bahwa roh kudus adalah suatu pribadi adalah caranya istilah itu digunakan dalam hubungannya dengan hal-hal lain yang nonpribadi, seperti air dan api (Mat 3:11; Mrk 1:8... Seandainya roh kudus adalah suatu pribadi ilahi, tidak mungkin ada pernyataan-pernyataan seperti itu. Sehubungan dengan roh itu ”memberikan kesaksian” (Kis 5:32; 20:23), patut diperhatikan bahwa hal yang sama juga dikatakan tentang air dan darah di 1 Yohanes 5:6-8.

Benarkah cara penalaran tersebut?

PERTAMA, saya teringat pada kasus penyebutan “Bapak, Anak, Roh Kudus” secara bersamaan pada formula Baptisan. Ketika ada yang mengatakan bahwa penyebutan secaraa bersamaan tersebut membuktikan ketiganya adalah Allah, apa komentar MP?

rs hlm. 402 par. 2
Cyclopedia of Biblical, Theological, and Ecclesiastical Literature karya McClintock dan Strong, sekalipun mendukung doktrin Tritunggal, mengakui sehubungan dengan Matius 28:18-20, ”Namun, ayat-ayat ini, jika ditinjau tersendiri, tidak dengan tegas membuktikan kepribadian dari ketiga pribadi yang disebutkan, atau persamaan atau pun keilahian mereka.” (Cetak ulang 1981, Jil. X, hlm. 552) Mengenai ayat-ayat lain yang juga menyebutkan ketiganya bersama-sama, Cyclopedia ini mengakui bahwa, jika ditinjau secara tersendiri, ayat-ayat ini ”tidak cukup” untuk membuktikan Tritunggal.

MP sendiri setuju bahwa jika ada penyebutan yang bersamaan, tidak cukup untuk mengartikan bahwa ketika hal tersebut memiliki persamaan. Jika demikian, penyebutan “air, darah, dan Roh Kudus” juga tidak cukup untuk mengartikan bahwa Roh Kudus adalah bukan pribadi seperti halnya air dan darah, bukan?

KEDUA, kalau MP mau mengatakan bahwa “air, darah, dan Roh Kudus” itu berarti Roh Kudus bukan pribadi, karena disebutkan berdampingan dengan air dan darah, berarti MP juga bisa mengatakan bahwa Roh Kudus adalah pribadi karena disebutkan berdampingan dengan Bapak dan Yesus pada formula pembaptisan.



Senin, 29 April 2013

Penciptaan Kembali: Adilkah?


MP mengajarkan bahwa SSY ketika mati akan musnah. Ya, musnah dan lenyap, bagaikan nyala lilin yang padam ketika ditiup. Namun SSY pada saat akhir nanti, akan dibangkitkan untuk menikmati kehidupan yang kekal di firdaus.

w05 1/8 hlm. 31
Ada yang akan dibangkitkan kepada kehidupan yang tidak berkematian sebagai makhluk roh di surga, sedangkan yang lain akan dibangkitkan di bumi dengan prospek hidup kekal dalam Firdaus.

Ajaran ini unik, karena coba kita bayangkan, bukankah yang namanya sudah musnah dan lenyap, bagaimana bisa dibangkitkan?

Tapi, MP sendiri tidak bermasalah dengan pernyataan ini, karena bagi MP, dibangkitkan adalah diciptakan kembali. MP mengajarkan bahwa karena manusia sudah musnah, maka pada saatnya nanti, Yehuwa akan menciptakannya kembali. Misalkan Anton adalah seorang SY. Ketika mati, Anton musnah. Namun pada hari akhir nanti, Yehuwa akan menggunakan daya ingat-Nya untuk menciptakan Anton yang baru yang memiliki kepribadian yang sama dengan Anton yang dulunya sudah musnah ketika mati.

w97 15/5 hlm. 8
Oleh karena itu, Ia dapat menggunakan daya ingat-Nya yang sempurna, bukan untuk menghukum orang mati karena kejahatan yang telah mereka lakukan, tetapi menghidupkan mereka kembali dalam bumi firdaus dengan kepribadian yang mereka miliki sebelum mereka mati.

Bahkan publikasi yang lain memperjelas bahwa Yehuwa akan menciptakan Anton yang baru yang memilliki kode genetika yang sama seperti Anton yang pernah hidup dulunya.

w94 15/6 hlm. 4
Pencipta dari alam semesta kita yang luas mempunyai ingatan yang luar biasa, tidak terbatas. Di dalam ingatan-Nya yang sempurna, Ia mempunyai kemampuan untuk menyimpan sifat-sifat kepribadian dan genetika dari orang yang telah mati yang Ia pilih untuk diingat. Lagi pula, Allah Yehuwa memiliki kemampuan untuk mencipta kembali tubuh manusia dengan kode genetika yang persis sama dengan seseorang yang pernah hidup sebelumnya.

Jadi, Anton yang baru bukanlah pribadi yang sama dengan Anton yang dulu, walaupun susunan genetik dan kepribadiannya sama.

Namun pertanyaannya, jika Anton yang baru sudah diciptakan dan hidup selamanya di Firdaus, bukankah ini tidak adil? Bukankah yang berjuang mempertahankan integritas adalah Anton yang lama? Bukankah Anton yang lama juga yang giat berdinas dan menghargai Malam Perjamuan Tuan? Namun mengapa Anton yang baru, yang tidak melakukan apa-apa, ketika diciptakan kemudian dapat menikmati segala hasil atas jerih payah yang dilakukan Anton yang dahulu? Adilkah ini?