Blog ini tidak dibuat oleh seorang Saksi Yehuwa. Blog ini membahas ajaran Saksi Yehuwa dengan menggunakan publikasi dan Alkitab. Ditujukan kepada siapa saja yang berhati tulus dan ingin memeriksa kebenaran pengajaran Saksi Yehuwa.

Jumat, 31 Mei 2013

Pilihan Mana yang Lebih Aman?

Mungkin ada di antara kita yang hingga detik ini masih bingung yang mana yang benar: Kekristenan atau Saksi Yehuwa. Mungkin ada yang berpikir bahwa Kekristenan dan Saksi Yehuwa bisa mempertahankan ajaran masing-masing. Ini membuat kita bingung: yang mana yang benar?

Kali ini kita tidak akan membahas mana yang benar dan mana yang tidak. Kita akan menggunakan asumsi apa jadinya bila salah satunya benar.

Jika ajaran Saksi Yehuwa benar….
percaya kepada Saksi Yehuwa
hidup kekal di bumi atau di surga.
tidak percaya kepada Saksi Yehuwa
akan mati layaknya manusia mati pada umumnya (karena tua, sakit) dan tidak akan dibangkitkan, menjadi musnah, tidak dihukum kekal
Jika ajaran Kekristenan benar….
percaya kepada Kekristenan
hidup kekal di surga
tidak percaya kepada Kekristenan
dihukum kekal

Kalau dipertimbangkan baik-baik, maka dapat disimpulkan bahwa pilihan yang paling aman dan paling tidak berisiko adalah percaya kepada Kekristenan.

Mengapa? Karena kalau kita memilih Kristenan dan misalkan pilihan kita itu salah, kita tidak akan dihukum kekal.

Sedangkan kalau kita memilih percaya kepada Saksi Yehuwa dan misalkan ternyata ajarannya salah, maka kita akan dihukum kekal.


Sudahkan Saudara memilih pilihan yang tepat?



Nb:

Minggu, 19 Mei 2013

Roh Kudus bukan pribadi seperti air dan darah? (1 Yoh. 5:6-8)

MP berpendapat bahwa Roh Kudus pada 1 Yoh. 5:6-8 bukan pribadi, karena disejajarkan dengan air dan darah yang pastinya bukan pribadi.

ti hlm. 21-22
Demikian pula, dalam 1 Yohanes 5:6-8 bukan hanya roh tetapi juga “air dan darah” dikatakan memberi “kesaksian.” Namun air dan darah jelas bukan pribadi-pribadi, demikian pula roh kudus bukan suatu pribadi.
it-2 hlm. 656
Bukti lain yang menyangkal gagasan bahwa roh kudus adalah suatu pribadi adalah caranya istilah itu digunakan dalam hubungannya dengan hal-hal lain yang nonpribadi, seperti air dan api (Mat 3:11; Mrk 1:8... Seandainya roh kudus adalah suatu pribadi ilahi, tidak mungkin ada pernyataan-pernyataan seperti itu. Sehubungan dengan roh itu ”memberikan kesaksian” (Kis 5:32; 20:23), patut diperhatikan bahwa hal yang sama juga dikatakan tentang air dan darah di 1 Yohanes 5:6-8.

Benarkah cara penalaran tersebut?

PERTAMA, saya teringat pada kasus penyebutan “Bapak, Anak, Roh Kudus” secara bersamaan pada formula Baptisan. Ketika ada yang mengatakan bahwa penyebutan secaraa bersamaan tersebut membuktikan ketiganya adalah Allah, apa komentar MP?

rs hlm. 402 par. 2
Cyclopedia of Biblical, Theological, and Ecclesiastical Literature karya McClintock dan Strong, sekalipun mendukung doktrin Tritunggal, mengakui sehubungan dengan Matius 28:18-20, ”Namun, ayat-ayat ini, jika ditinjau tersendiri, tidak dengan tegas membuktikan kepribadian dari ketiga pribadi yang disebutkan, atau persamaan atau pun keilahian mereka.” (Cetak ulang 1981, Jil. X, hlm. 552) Mengenai ayat-ayat lain yang juga menyebutkan ketiganya bersama-sama, Cyclopedia ini mengakui bahwa, jika ditinjau secara tersendiri, ayat-ayat ini ”tidak cukup” untuk membuktikan Tritunggal.

MP sendiri setuju bahwa jika ada penyebutan yang bersamaan, tidak cukup untuk mengartikan bahwa ketika hal tersebut memiliki persamaan. Jika demikian, penyebutan “air, darah, dan Roh Kudus” juga tidak cukup untuk mengartikan bahwa Roh Kudus adalah bukan pribadi seperti halnya air dan darah, bukan?

KEDUA, kalau MP mau mengatakan bahwa “air, darah, dan Roh Kudus” itu berarti Roh Kudus bukan pribadi, karena disebutkan berdampingan dengan air dan darah, berarti MP juga bisa mengatakan bahwa Roh Kudus adalah pribadi karena disebutkan berdampingan dengan Bapak dan Yesus pada formula pembaptisan.