Blog ini tidak dibuat oleh seorang Saksi Yehuwa. Blog ini membahas ajaran Saksi Yehuwa dengan menggunakan publikasi dan Alkitab. Ditujukan kepada siapa saja yang berhati tulus dan ingin memeriksa kebenaran pengajaran Saksi Yehuwa.

Sabtu, 21 Agustus 2010

Apakah Yesus yang sulung berarti Ia diciptakan yang pertama kali (Kol. 1:15)?

Kolose 1:15

Dia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung dari antara semua ciptaan;

Apakah benar bahwa Yesus “yang sulung”, berarti dia diciptakan yang pertama kali?

Pertama, “sulung” dalam Alkitab tidak selalu berarti “yang berurutan nomor satu” (misalkan anak sulung), tetapi juga dapat berarti “yang terutama”.

Contohnya ada di Yer. 31:9 dan Kej. 41:51-52, di mana Efraim yang adalah anak kedua Yusuf disebut sebagai anak yang sulung.

Contoh lainnya adalah “anak sulung kematian” Ayub 18:12-13 yang berarti “penyakit yang paling mematikan” (referensi dalam NWT [tidak muncul di TDB])

Jadi, makna “sulung” tidak selalu berarti “yang berurutan nomor satu”, tetapi juga dapat bermakna “yang terutama”.

Lantas, dalam Kolose 1:15, makna manakah yang tepat? Apakah “yang berurutan nomor satu” atau “yang terutama”?

Jawabannya kita temukan dengan mudah jika kita tidak hanya membaca ayat 15-nya saja. Tetapi jika kita teruskan pembacaan hingga ayat 18:

"dan dia adalah kepala dari tubuh, yaitu sidang jemaat. Dia adalah yang AWAL, yang sulung dari antara orang mati, agar dia menjadi pribadi yang pertama dalam segala perkara."

Dikatakan bahwa Yesus adalah “kepala dari tubuh”: tentu saja di sini menekankan makna “keutamaan”

Menarik, kata “awal” yang digunakan di sini adalah arche, juga dapat berarti pemimpin, penguasa, yang menunjukkan indikasi “keutamaan”, kata yang sama yang digunakan dalam Peny. 3:14.

“Dia menjadi pribadi yang pertama dalam segala perkara” menunjuk kepada keutamaan Yesus, di mana dalam semua perkara, Yesus itu nomor satu utamanya.

Kedua, jika memang Paulus ingin mengatakan bahwa Yesus diciptakan pertama kali, Paulus dapat memilih kata bahasa Yunani yang maknanya akan jauh lebih jelas dan tidak dapat dipermasalahkan lagi, yakni ‘protoktisis’ (first created, yang diciptakan pertama kali)

13 komentar:

SaksiYehuwa mengatakan...

Yesus Kristus diperlihatkan sebagai ”yang sulung dari antara semua ciptaan” dan juga ”yang sulung dari antara orang mati”—bukan semata-mata bahwa ia pribadi yang paling menonjol dibandingkan dengan mereka yang diciptakan atau mereka yang dibangkitkan, melainkan bahwa ia benar-benar yang pertama diciptakan dan yang pertama dibangkitkan dari antara orang mati kepada kehidupan tanpa akhir. (Kol 1:15, 18; Pny 1:5; 3:14) Di bumi, ia adalah anak sulung Maria dan dipersembahkan di bait selaras dengan hukum Yehuwa. (Luk 2:7, 22, 23) Rasul Paulus berbicara tentang para pengikut Yesus Kristus yang telah terdaftar di surga sebagai ”sidang jemaat anak sulung”, orang-orang pertama yang diterima oleh Allah sebagai putra atas dasar iman mereka akan korban Yesus dan yang pertama dari antara para pengikut Kristus yang dibangkitkan tanpa harus mati lagi.—Ibr 12:23.

saksiyehuwa mengatakan...

Saudara mengatakan bahwa Yesus memang benar-benar dicipta yang pertama kali, dengan menggunakan ayat Kolose 1:15, 18; Peny. 1:5, 3:14.

Saya akan bahas satu per satu:
A. Kolose 1:15, 18 --> ayat ini tidak dapat dijadikan bukti, JUSTRU karena ayat ini sedang kita uji apakah memang mengajarkan bahwa Yesus diciptakan atau tidak.
B. Peny. 1:5, ”Yang sulung dari antara orang mati” --> sama seperti Kol. 1:15, ayat ini tidak dapat dijadikan bukti, JUSTRU kita sedang menguji apakah makna "sulung" di sini berarti ciptaan pertama
C. Peny. 3:14 --> sudah pernah saya bahas di http://saksiyehuwa.blogspot.com/2009/10/yesus-adalah-ciptaan-peny-314.html

Jika dikatakan bahwa Yesus adalah yang pertama bangkit, saya rasa tidak, karena Lazarus dibangkitkan ketika Yesus belum bangkit.

Jadi, Yesus bukanlah pribadi yang pertama kali bangkit... tetapi mengapa Yesus dikatakan "yang sulung dari antara orang mati"? Karena Yesus adalah yang "paling utama dari" antara orang mati, karena kebangkitan Yesus adalah kebangkitan yang berkualitas beda daripada orang lain yang pernah bangkit.

saksiyehuwa mengatakan...

TAMBAHAN:

(Exodus 11:5) . . .the firstborn of Phar′aoh . . .
(Numbers 3:50) . . .the firstborn of the sons of Israel . . .
(1 Chronicles 2:3) . . .And Er the firstborn of Judah . . .

berarti susunannya seperti ini:

==> [Anak], the firstborn of [Orang Tua] <==

ini adalah makna kata yang hurufiah....

tetapi ternyata di Alkitab, juga kemudian ada makna kata "sulung" yang tidak hurufiah:

(Job 18:13) . . .The firstborn of death will eat his limbs. . .
Catatan kaki NWT menjelaskan: “The firstborn of death,” that is, the most deadly disease.

dari sini terbukti bahwa makna "sulung" TIDAK SELALU berarti hurufiah, bisa juga kiasan.

Nah, untuk Yesus, yang mana makna yang benar: hurufiah atau kiasan?

Jika kita berpendapat bahwa maknanya adalah hurufiah, maka kita akan mengalami masalah besar. sebelumnya kita harus ingat aturan "[Anak], the firstborn of [Orang Tua]". maka jika diterapkan kepada Yesus, akan menjadi seperti ini

(Colossians 1:15) . . .He[Anak]..., the firstborn of all creation[Orang Tua]. . .

Apakah "semua ciptaan" ("all creation") posisinya adalah orang tua Yesus? apakah "semua ciptaan" yang memperanakkan Yesus?

jadi jelas, terbukti bahwa makna hurufiah untuk kata "sulung" tak dapat diterapkan pada Kol. 1:15.

bagaimana menurut Saudara?

SaksiYehuwa mengatakan...

saksiyehuwa (25 Agustus 2010 03.55) mengatakan

"Jika dikatakan bahwa Yesus adalah yang pertama bangkit, saya rasa tidak,
karena Lazarus dibangkitkan ketika Yesus belum bangkit."


Anda Salah !!!,

tolong frase kalimat saya jangan dipotong.
lihat frase saya
"melainkan bahwa ia benar-benar yang pertama diciptakan dan yang pertama dibangkitkan
dari antara orang mati kepada kehidupan tanpa akhir".

Saya juga tahu yang pertama dibangkitkan bukan Lazarus tetapi ada seorang anak dibangkitkan oleh Nabi Elia
silahkan periksa di 1 Raja-Raja 17:17 - 24

Maaf anda perlu banyak belajar Alkitab agar lebih memahami.

SaksiYehuwa mengatakan...

halo blogger lebih baik komentar tidak perlu di confirm untuk disetujui, langsung saja diberikan otoritas langsung comment.

Agar masyarakat dunia maya mengetahui kenyataannya mengenai Saksi Yehuwa.

Terimakasih

saksiyehuwa mengatakan...

Terima kasih untuk pertanyaannya....

Yang saya tahu, di Kol. 1:15 sama sekali tidak disinggung tentang kebangkitan kepada kehidupan tanpa akhir. yang dikatakan cuma "yang sulung dari antara orang mati". Bisa tolong bantu saya menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan kebangkitan pada Kol. 1:15 adalah kebangkitan kepada kehidupan kekal?

Sebelum Yesus, sudah ada yang bangkit, tapi kebangkitan Yesus itu "yang terutama" karena beda kualitasnya, Saudara.

mengenai masalah komentar, saya berterima kasih untuk masukannya. saya rasa harus melalui mekanisme persetujuan saya, karena saya tidak mau melihat blog saya dipenuhi caci maki para Saksi Yehuwa, seperti halnya yang pernah beredar dulu...

jika ada yang bertanya, PASTI saya jawab. tetapi jika ada yang hanya menebar caci maki, tentunya tidak akan saya publish, sebelum merusak suasana lebih jauh. dimohon pengertiannya.

Anonim mengatakan...

Perkenalkan, saya bekas anggota aliran saksi jehovah sudah 8 tahun ini saya memilih mengasingkan diri dengan rutinitas yang biasa saya lakukan karena saya tidak menemukan kebahagiaan dan arti hidup di organisasi ini.

Mungkin indah dipandangan Bapak Satria Dharma, tapi kami sebenarnya di paksa untuk melakukan itu, dipaksa dengan cara halus, di jauhi jika kami tidak menyiarkan,dan disindir terus dalam khotbah,termasuk didatangi oleh orang dari kantor pusat tiap 6 bulan dan bertanya apa kendala nya sehingga jam dinas kami sedikit sekali, dan kadang seperti pesakitan kami ditemani oleh senior yg datang kerumah dan mau gak mau kami harus jalan.

Kami harus membuat laporan tertulis brp jam sudah kami habiskan untuk menyiar,peta daerah yang kami cetak dari peta jakarta sudah dibagikan per bagian dan per daerah mana penugasan kami ada ditas kami ketika syiar dan ada tanda masjid atau gereja yang km harus hidari takut memicu debat,kami pun harus melaporkan situasi kondusif atau tidaknya suatu daerah, termasuk laporan berapa banyak buku atau sedarlah sudah kami bagikan.

Anonim mengatakan...

Kami diajar untuk membenci semua agama lain dan agama lain adalah pengikut IBLIS atau bahasa kami susunan besar, baik itu katolik islam budha hindu protestan advent atau agama apapun adalah pengikut IBLIS, orang yang tidak mau mendengar syiar kami adalah pengikut IBLIS dan layak BINASA.

Kami makan daging babi dan anjing, juga minum sesuai kebutuhan tidak sampai mabuk itu tidak dilarang, yang haram adalah rokok darah sirih ulang tahun hormat bendera, banyak rekan2 saya dulu yang mati karena tidak boleh transfusi darah di rumah sakit, kasihan melihat keluarga mereka terlantar karena ditinggal oleh anggotanya, menurut saksi yehuwa transfusi = makan darah.

Kehidupan didalamnya tidak seindah yang Bapak Satria Dharma lihat, bahkan jauh dari bahagia, yang ada adalah beban dan pola pikir yg dikejar2 hari armagedon dan menjadi budak dari watchtower.

Banyak dari kami yang sejujurnya sangat tertekan dengan pengaturan yang dibuat, beban saya lepas seketika ketika saya menjauhi rutin saksi yehuwa.

Rutin itu adalah, wajib membayar iuran walau tidak dipaksa, tapi khotbahnya sangat menyindir jika tidak membayar,wajib melapor syiar tiap bulan jika dibawah 11 jam anda terhitung sakit rohani, apalagi kadang2 melapor anda terhitung sakit rohani sekali, alias rohani anda tidak bagus, yah benar, walau anda tidak melakukan kesalahan apapun anda dinilai tidak rohani dan salah jika tidak ada laporan syiar.

Rutinitas tiap minggu : hari minggu berkumpul utk ibadah 3-4 jam sore hari berkumpul untuk syiar, hari senin persiapan utk berkumpul hari selasa, hari selasa malam berkumpul untuk ibadah 2-3 jam, hari rabu pagi berkumpul untuk syiar hari malamnya persiapan utk ibadah kamis, hari kamis malam berkumpul ibadah 2-3 jam, hari jumat persiapan ibadah untuk sabtu, hari sabtu berkumpul utk syiar dari pagi sampai siang malamnya persiapan utk ibadah minggu.

Rutinitas yang kaku dan keras seperti itu terus begitu di kehidupan saya, bertahun-tahun. sangat melelahkan hidup tak jelas arahnya antara menjadi orang yang rohani tapi juga harus makan, kami diajar menjadi seorang pendeta tetapi sekaligus harus hidup duniawi, berbeda dengan kristen lain yang memang menjadi pendeta bisa fokus menjadi pendeta tidak disimpangkan.

LANJUTAN NYA DARI YG DIATAS

Definisi hidup saksi yehuwa adalah bahagia menjadi “budak” watchtower benar benar dalam arti BUDAK.

Sungguh bahagia saya sudah tidak lagi bergabung lepas sudah semua beban dan tekanan saya, pekerjaan saya menjadi lebih terarah dan jelas, pendamping hidup pun juga saya sudah dapat dan saya sangat bahagia sekarang.

Anonim mengatakan...

LANJUTAN----

Definisi hidup saksi yehuwa adalah bahagia menjadi “budak” watchtower benar benar dalam arti BUDAK.

Sungguh bahagia saya sudah tidak lagi bergabung lepas sudah semua beban dan tekanan saya, pekerjaan saya menjadi lebih terarah dan jelas, pendamping hidup pun juga saya sudah dapat dan saya sangat bahagia sekarang.

saksiyehuwa mengatakan...

Terima kasih untuk sharingnya....

saya juga pernah mendengar cerita serupa, di mana banyak Saksi Yehuwa yang setelah keluar dari organisasi, barulah mereka dapat merasa bebas, karena selama ini mereka sebenarnya melayani organisasi manusia, bukan kepada Yehuwa itu sendiri....

saya harap sekarang Saudara telah memiliki hubungan yang semestinya dengan Allah, karena sudah tak ada lagi organisasi yang memagari Saudara....

SaksiYehuwa mengatakan...

Halo saya pernah tidak aktif menjadi Saksi Yehuwa dari tahun 1999 s/d tahun 2005.

Tapi tahun 2006 saya kembali dengan alasan saya lebih senang menjadi saksi yehuwa.

Selama tidak aktif saya pernah ditawarkan teman menjadi pembicara disuatu gereja terbesar di Indonesia. Tapi saya tidak mau.

Selama menjadi Saksi Yehuwa (Baptis tahun 1987) saya senang menjadi umat Allah atau menjadi bagian dari Kumpulan Besar.

Saya tidak merasa ingin hidup disurga. Saya senang jika diberikan kehidupan abadi dibumi jikalau saya taat sampai akhir hayat atau armageddon tiba.

Saya bukan Penatua atau Hamba Pelayanan atau Perintis Ekstra atau Perintis Biasa dan sejenis (Istilah di Saksi Yehuwa)

Saya senang menjadi Saksi Yehuwa karena mereka cinta damai dan tidak ada prasangka buruk dalam pergaulannya.

Kalau komentator tidak sudak dengan KAMI (Saksi Yehuwa) tidak apa-apa. Kami menerima perbedaan pendapat. Dan bagi Bapak/Ibu yang keluar dari Saksi Yehuwa terimakasih atas kisah hidupnya. Di Saksi Yehuwa tidak ada yang sempurna tapi SAYA YAKIN INILAH SATU-SATUNYA ORGANISASI ALLAH YEHUWA DIMUKA BUMI. MEMANG ADA YG LAIN ???

saksiyehuwa mengatakan...

terima kasih untuk komentarnya....

walau saya agak bingung mengapa gereja tersebut tertarik mengundang Saudara, tetapi saya ingin memberitahu kepada Saudara bahwa sejauh ini saya belum menemukan dasar Alkitab bahwa akan ada yang hidup di surga, dan ada yang akan hidup di bumi.

mengenai cinta damai dan tak ada prasangka buruk, saya pikir mungkin saja dalam kepercayaan lain ditemukan hal-hal seperti ini dan.... apakah kalau ada kasih, maka ajaran tersebut pasti benar?

apakah organisasi Allah satu-satunya bisa berubah-ubah pengajarannya? inilah salah satu alasan mengapa saya meragukan kebenaran Menara Pengawal....

Wahyubudi Hernowo mengatakan...

Yg jelas Yesua adalah Allah, Dialah yg awal dan yang akhir (Alfa omega)yang sulung, bukan dibuat menjadi sulung.Dia tercipta dengan sendirinya dan bukan diciptakan.
Dia ada dengan sendirinya dan bukan diadakan.

Jadi jangan mengaburkan makna dari Kolose 1:15 sehingga menjadi Yesus ciptaan Allah yang sulung. Hal ini melenceng jauh karena Yesus tidak diciptakan menjadi yg sulung, tetapi Dia sulung dengan sendirinya, ada dengan sendirimya, tercipta dengan sendirinya, yang awal dengan sendirinya. Dengan kata lain keberadaanNya kekal selama-lamanya.