Blog ini tidak dibuat oleh seorang Saksi Yehuwa. Blog ini membahas ajaran Saksi Yehuwa dengan menggunakan publikasi dan Alkitab. Ditujukan kepada siapa saja yang berhati tulus dan ingin memeriksa kebenaran pengajaran Saksi Yehuwa.

Sabtu, 21 Agustus 2010

“Dan jika mereka adalah ”nabi palsu”, mengapa mereka begitu bahagia?”

Berikut kisah lengkapnya….

yb97 hlm. 168-169

Di Pimenta Bueno, Rondônia, seorang tukang cukur yang menganut salah satu agama evangelis membangun sebuah gereja ... pada suatu hari sewaktu ia memperhatikan para perintis istimewa bekerja di sepanjang jalan, yang tampaknya sangat bahagia, ia merasa heran, ’Jika saya memiliki kebenaran, mengapa saya merasa begitu kesal? Dan jika mereka adalah ”nabi palsu”, mengapa mereka begitu bahagia?’ Ia mengunjungi para perintis tersebut—pada malam hari, sehingga tidak terlihat oleh yang lain—dan menerima pengajaran Alkitab. Terkesan oleh apa yang sedang ia pelajari, ia mengundang para perintis tersebut, Jonas dan Robson Barbosa de Souza, untuk mengabar kepada ke-30 anggota dari gerejanya. Beberapa menerima kebenaran, dan pada waktunya gereja tersebut ditutup. Tidak lama kemudian, gereja Katolik di daerah tersebut juga ditinggalkan, karena pria yang memimpin kebaktian gereja itu, dan keluarganya, juga menjadi Saksi-Saksi Yehuwa.

Apakah pertanyaan tukang cukur tersebut tepat? “Dan jika mereka adalah ”nabi palsu”, mengapa mereka begitu bahagia?”

Pertanyaan tersebut rasanya keliru, karena…..

Pertama, jangankan nabi palsu, orang-orang sesat, orang-orang yang masih cinta dunia, dan para pelaku kejahatan lainnya juga bisa saja merasa bahagia. Saya tidak mengatakan para nabi palsu bahagia karena menikmati dosa mereka, karena saya percaya bahwa pada dasarnya Saksi Yehuwa adalah kumpulan orang berhati tulus yang ditipu oleh organisasi Menara Pengawal.

Kedua, apakah nabi palsu harus tidak bahagia? Jika mereka terlihat tidak bahagia, bagaimana mereka dapat menarik minat orang-orang lain untuk dapat mengikuti mereka?

Ketiga, apakah jika sekelompok orang hidup bahagia, maka ajaran mereka pasti benar? Apakah standar kebenaran itu "terlihat bahagia di hadapan orang lain" atau "Alkitab?

Mari kita kembali pada Alkitab sebagai satu-satunya standar Kebenaran Ilahi.

3 komentar:

SaksiYehuwa mengatakan...

Nabi-nabi yang benar dan palsu dapat dikenali dari buah-buah yang nyata dalam kehidupan mereka dan kehidupan orang-orang yang mengikuti mereka
Mat. 7:15-20: ”Berjaga-jagalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan berbaju domba, tetapi di dalamnya, mereka adalah serigala-serigala yang rakus. Dari buah-buahnya kamu akan mengenali mereka. . . . Setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, tetapi setiap pohon yang busuk menghasilkan buah yang tidak berguna . . . Maka sebenarnya, dari buah-buahnya kamu akan mengenali orang-orang itu.”
Apa ciri-ciri cara hidup mereka? ”Perbuatan daging . . . adalah percabulan, kenajisan, tingkah laku bebas, penyembahan berhala, praktek spiritisme, permusuhan, percekcokan, kecemburuan, ledakan kemarahan, pertengkaran, perpecahan, sekte-sekte, kedengkian, bermabuk-mabukan, pesta pora, dan hal-hal seperti ini semua. . . . Orang yang mempraktekkan hal-hal demikian tidak akan mewarisi kerajaan Allah. Sebaliknya, buah roh adalah kasih, sukacita, damai, kepanjangsabaran, kebaikan hati, kebaikan, iman, kelemahlembutan, pengendalian diri.”—Gal. 5:19-23; lihat juga 2 Petrus 2:1-3.

saksiyehuwa mengatakan...

Apakah buah dari Nabi benar semata-mata hanya dari perbuatan baiknya?

Pertanyaan saya apakah jika ada nabi palsu yang juga mengajarkan kebaikan, maka nabi tersebut otomatis dibenarkan karena ia menghasilkan buah-buah perbuatan baik?

Tentu saja tidak. oleh karena itu, kita harus memeriksa apakah nubuatan yang diberikan itu benar atau tidak. inilah standar mutlaknya.

Standar ini juga yang diberikan oleh Allah Yehuwa sendiri untuk mengetahui apakah seorang nabi itu nabi palsu atau nabi yang benar (Ulangan 18:20-22). Tidak pernah ada standar kebenaran nabi dengan hanya mempertimbangkan buah perbuatan baiknya.

saksiyehuwa mengatakan...

Sekedar tambahan....

Saudara mengutipkan buah-buah roh dalam Gal. 5:19-23... Sangat menarik kita perhatikan ayat sebelumnya:

(Galatia 5:16-18) 16 Tetapi aku mengatakan: Teruslah berjalan dengan roh dan kamu tidak akan melaksanakan keinginan daging. 17 Sebab daging berlawanan dengan roh dalam keinginannya, dan roh berlawanan dengan daging; sebab hal-hal ini saling bertentangan, sehingga hal-hal yang ingin kamu lakukan tidak kamu lakukan. 18 Lagi pula, jika kamu dipimpin oleh roh, kamu tidak berada di bawah hukum.

Perhatikan ayat 18... "kamu dipimpin oleh roh"... Kata-kata yang sama yang ada dalam:

(Roma 8:14) 14 Sebab semua orang yang dipimpin oleh roh Allah, mereka ini adalah putra-putra Allah.

Tahukah jika perikop ini ditujukan untuk kawanan terurap?

"Yehuwa berjanji kepada mereka yang suka damai dan berhati murni bahwa mereka ”akan disebut ’putra-putra Allah’” dan ”akan melihat Allah”. Orang Kristen terurap diperanakkan oleh roh dan diangkat oleh Yehuwa sebagai ”putra-putra” sewaktu mereka masih di bumi. (Roma 8:14-17) Sewaktu mereka dibangkitkan untuk berada bersama Kristus di surga, mereka melayani di hadirat Yehuwa dan benar-benar melihat Dia.—1 Yohanes 3:1, 2; Penyingkapan 4:9-11." (*** w04 1/11 hlm. 12-13 par. 16 Hamba-Hamba Yehuwa yang Berbahagia ***)

Jadi, bagaimana bisa buah-buah roh (Gal. 5:19-23) diterapkan kepada kawanan besar, padahal jelas-jelas ayat-ayat sebelumnya ditujukan HANYA kepada kawanan terurap?