Blog ini tidak dibuat oleh seorang Saksi Yehuwa. Blog ini membahas ajaran Saksi Yehuwa dengan menggunakan publikasi dan Alkitab. Ditujukan kepada siapa saja yang berhati tulus dan ingin memeriksa kebenaran pengajaran Saksi Yehuwa.

Sabtu, 14 Agustus 2010

Seperti apakah doktrin Tritunggal itu?

Tentunya kita sudah mengetahui betapa banyaknya tuduhan Menara Pengawal terhadap doktrin yang satu ini. Pada saat-saat yang lalu kita telah mengetahui dari publikasi itu sendiri, bagaimana Menara Pengawal mendefinisikan Tritunggal. Yang sangat disayangkan, Menara Pengawal paling sering mencampurkan pengertian Tritunggal dengan Modalisme.

Maka itu, tidak aneh, jika banyak Saksi Yehuwa mengatakan bahwa ini adalah doktrin yang membingungkan.

Sekarang kita akan mempelajari apa itu doktrin Tritunggal sebenarnya. Kali ini tidak akan dibahas banyak ayat, melainkan beberapa contoh ayat saja, karena tujuan utama tulisan ini adalah untuk memberikan pengertian yang benar tentang apa itu doktrin Tritunggal.

rs hlm. 392

Menurut Kredo Athanasia, ada tiga Pribadi ilahi (Bapak, Putra, Roh Kudus), masing-masing dikatakan kekal, mahakuasa, tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah, setiap pribadi dikatakan sebagai Allah, tetapi semuanya adalah satu Allah

Ya, jadi dalam Tritunggal, dipahami bahwa ada tiga pribadi ilahi, Bapak, Putra, dan Roh Kudus. Jika disebut “tiga pribadi” jelas berarti ada tiga pribadi yang berbeda (maksudnya, Bapak bukanlah Yesus, bukanlah Roh Kudus).

Harus kita bedakan dengan Modalisme, yang mengajarkan satu Allah dalam tiga perwujudan (bukan ‘pribadi’), dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut:

w02 15/5 hlm. 30

...Yesus hanyalah manifestasi lain dari Bapak dan tidak ada perbedaan antara Bapak dan Putra. Teori ini, yang dikenal sebagai modalisme, menduga bahwa Allah menyatakan diri-Nya ”sebagai Bapak dalam Penciptaan dan sewaktu memberikan Hukum, sebagai Putra dalam Yesus Kristus, dan sebagai Roh Kudus setelah kenaikan Kristus”

Pernahkah Saudara mendengar ilustrasi Tritunggal dengan mengambil umpama air, es, dan uap? Sebenarnya daripada menjelaskan Tritunggal, ilustrasi tersebut menjelaskan Modalisme dengan sangat baik. H20 memiliki tiga perwujudan, yakni air, es, dan uap. Ini bukanlah Tritunggal.

Atau mungkin Saudara pernah mendengar yang lainnya memberikan contoh seorang pria yang di rumah adalah suami dan ayah, tetapi di kantor adalah direktur? Lagi-lagi, ilustrasi ini adalah ilustrasi Modalisme, bukan Tritunggal.

Kita perlu membedakan Tritunggal dan Modalisme, karena banyak dari kita yang mungkin tak dapat membedakannya. Jangankan kita, Menara Pengawal yang mengklaim diri “menerbitkan publikasi-publikasi Alkitab yang merupakan hasil riset yang baik” (w94 1/5 hlm. 7) bahkan tak dapat membedakan keduanya.

Oleh karena itu, jangan heran jika ketika sedang membantah Tritunggal, Menara Pengawal malahan memberikan bantahan untuk menentang Modalisme. Berikut kutipan buku pegangan Saksi Yehuwa, buku “Bertukar Pikiran”, yang berisi persiapan untuk menghadapi komentar-komentar umum masyarakat.

rs hlm. 394 - hlm. 395

Apakah Alkitab setuju dengan mereka yang mengajarkan bahwa Bapak dan Putra bukan dua pribadi yang terpisah dan berbeda?
Mat. 26:39… (Andai kata Bapak dan Putra bukan dua pribadi yang berbeda, doa seperti ini tidak akan ada artinya. Jika demikian, Yesus berdoa kepada dirinya sendiri, dan kehendaknya sendiri seharusnyalah menjadi kehendak Bapaknya.)
Yoh. 8:17, 18, .. (Jadi, Yesus dengan tegas mengatakan bahwa ia adalah pribadi yang terpisah dan berbeda dengan sang Bapak.)

Jika kita telah tahu definisi Tritunggal yang benar, tentu saja kita akan merasa bahwa Menara Pengawal salah sasaran pada kutipan di atas, karena mereka sedang membantah Modalisme, bukan Tritunggal.

Lebih disayangkan lagi, Menara Pengawal juga menggunakan Ulangan 6:4 untuk menentang Tritunggal. Padahal ayat ini sama sekali tidak membantah Tritunggal. Tritunggal percaya pada satu Allah. Harus dapat kita bedakan dengan Tritheis, yang percaya kepada tiga Allah. Jadi, Ulangan 6:4 sama sekali tidak menjadi masalah bagi Tritunggal, tetapi menjadi masalah bagi Tritheis.

Jadi, apakah selama ini Saudara giat menentang Tritunggal sambil Saudara sendiri tidak tahu apa yang sedang Saudara bantah?

19 komentar:

SaksiYehuwa mengatakan...

Ajaran Tritunggal sama dengan Ajaran Tertulian
----------------------------
Tertulian memulai esainya yang berjudul Against Praxeas (Menentang Praxeas) dengan mengatakan, ”Dalam berbagai cara, iblis telah menyaingi dan melawan kebenaran. Kadang-kadang tujuannya adalah menghancurkan kebenaran dengan cara membelanya.” Pria bernama Praxeas di esai ini tidak diidentifikasi dengan jelas, tetapi Tertulian mempertanyakan ajaran-ajarannya tentang Allah dan Kristus. Ia memandang Praxeas sebagai pion Setan yang secara diam-diam mencoba merusak Kekristenan.
Sebuah sengketa krusial di kalangan orang yang mengaku Kristen pada masa itu adalah hubungan antara Allah dan Kristus. Beberapa orang di antara mereka, khususnya yang berlatar belakang Yunani, merasa sulit menyelaraskan kepercayaan akan Allah yang esa dengan peranan Yesus sebagai Penyelamat dan Penebus. Praxeas berupaya memecahkan dilema mereka dengan mengajarkan bahwa Yesus hanyalah manifestasi lain dari Bapak dan tidak ada perbedaan antara Bapak dan Putra. Teori ini, yang dikenal sebagai modalisme, menduga bahwa Allah menyatakan diri-Nya ”sebagai Bapak dalam Penciptaan dan sewaktu memberikan Hukum, sebagai Putra dalam Yesus Kristus, dan sebagai Roh Kudus setelah kenaikan Kristus”.
Tertulian menunjukkan bahwa Tulisan-Tulisan Kudus memperlihatkan perbedaan yang jelas antara Bapak dan Putra. Setelah mengutip 1 Korintus 15:27, 28, ia bernalar, ”Ia yang menundukkan (segala sesuatu), dan Ia yang kepadanya mereka ditundukkan—tentu saja harus dua Makhluk yang berbeda.” Tertulian menarik perhatian kepada kata-kata Yesus sendiri, ”Bapak lebih besar daripada aku.” (Yohanes 14:28) Dengan menggunakan bagian-bagian dari Kitab-Kitab Ibrani, seperti Mazmur 8:5, ia memperlihatkan bagaimana Alkitab menguraikan ”kedudukan yang lebih rendah” dari sang Putra. ”Dengan demikian, Bapak berbeda dari Putra, Ia lebih besar daripada Putra,” Tertulian menyimpulkan. ”Sebagaimana Ia yang memperanakkan adalah satu pribadi, dan Ia yang diperanakkan adalah pribadi yang lain; dan juga, Ia yang mengirim adalah satu pribadi, dan Ia yang dikirim adalah pribadi yang lain; dan selain itu, Ia yang menjadikan adalah satu pribadi, dan Ia yang melaluinya perkara-perkara dijadikan adalah pribadi yang lain.”
Tertulian memandang sang Putra sebagai bawahan sang Bapak. Akan tetapi, dalam upayanya untuk menentang modalisme, ia ”melampaui perkara-perkara yang tertulis”. (1 Korintus 4:6) Seraya Tertulian dengan keliru berupaya membuktikan keilahian Yesus melalui teori lain, ia mengarang rumusan ”satu zat dalam tiga pribadi”. Dengan konsep ini, ia berupaya menunjukkan bahwa Allah, Putra-Nya, dan roh kudus adalah tiga pribadi yang berbeda yang ada dalam satu zat ilahi. Dengan demikian, Tertulian menjadi orang pertama yang menerapkan bentuk kata Latin ”tritunggal” bagi Bapak, Putra, dan roh kudus.

saksiyehuwa mengatakan...

Terima kasih untuk kutipannya.

Dengan demikian, semakin jelas perbedaan antara Tritunggal dan Modalisme...

Jadi, untuk apa Menara Pengawal membantah pandangan "Bapa dan Anak adalah pribadi yang sama" ketika sedang membahas Tritunggal?

"Mat. 26:39, TB: ”Ia [Yesus Kristus] maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: ’Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.’” (Andai kata Bapak dan Putra bukan dua pribadi yang berbeda, doa seperti ini tidak akan ada artinya. Jika demikian, Yesus berdoa kepada dirinya sendiri, dan kehendaknya sendiri seharusnyalah menjadi kehendak Bapaknya.)" (*** rs hlm. 394 par. 4 Tritunggal ***)


nb: Saudara mempostingkan ini dua kali... posting yang pertama tidak selengkap posting yang pertama, makanya saya tampilkan yang kedua saja (saya beritahu ini supaya tidak salah paham dengan mengira saya sengaja delete)

SaksiYehuwa mengatakan...

Betul Tritunggal dengan Modalisme berbeda. Tetapi Tertulian itu mengajarkan Tritunggal. Saya ingin jelaskan sejarahnya mengapa ada Tritunggal dalam Doktrin Susunan Kristen.

lihat potongan kalimat dari comment saya, sbb :
"Akan tetapi, dalam upayanya untuk menentang modalisme, ia ”melampaui perkara-perkara yang tertulis”. (1 Korintus 4:6) Seraya Tertulian dengan keliru berupaya membuktikan keilahian Yesus melalui teori lain, ia mengarang rumusan ”satu zat dalam tiga pribadi”."

Terimakasih.

Salam

saksiyehuwa mengatakan...

Kutipan yang Saudara berikan itu bukan dari ensiklopedia atau sumber otoritas netral lainnya. Kutipan yang Saudara berikan itu adalah kutipan dari publikasi Menara Pengawal, yang jelas-jelas menentang Tritunggal. Ini bukan sumber kutipan yang netral.

Bukti lain (seperti yang tadi kita bahas) bahwa kutipan Menara Pengawal tak dapat sepenuhnya diandalkan nampak terlihat dari bagaimana Menara Pengawal mencampuradukkan Tritunggal dan Modalisme.

Jika saya menggunakan kutipan dari sumber yang mendukung Tritunggal, dan mencap langsung bahwa pemahaman doktrin Allah yang diajarkan Menara Pengawal adalah sesat, bagaimana respon Saudara? Pastinya Saudara tak mau mengakui karena sumber kutipan saya memang tidak netral.

Terima kasih untuk pertanyannya...

NB: saya masih hutang penjelasan Yoh. 17, minggu depan akan saya upload.

SaksiYehuwa mengatakan...

Okay Kalau Anda mau infor yang netral ini kutipan dari mbah Wikipedia versi Indonesia mengenai Siapa Tertulian:
"Quintus Septimius Florens Tertullianus, atau Tertulianus, (155–230) adalah seorang pemimpin gereja dan penghasil banyak tulisan selama masa awal Kekristenan....
...............
Ia memperkenalkan istilah "Trinitas" (dari kata yang sama dalam bahasa Latin) dalam perbendaharaan kata Kristen; sekaligus kemungkinan, merumuskan "Satu Allah, Tiga Pribadi".

lihat:
http://id.wikipedia.org/wiki/Tertulianus

Ini memperjelas bahwa Menara Pengawal tidak sembarang menuduh.

Terimakasih.

SaksiYehuwa mengatakan...

berikut link dari encyclopedia
THE CATHOLIC ENCYCLOPEDIA

Tertullian attacks him as a Monarchian, and develops his own doctrine of the Holy Trinity (see MONARCHIANS and PRAXEAS).

lihat
http://www.newadvent.org/cathen/14520c.htm

saksiyehuwa mengatakan...

Terima kasih untuk pertanyannya.

Sangat baik jika kita membaca konteks utuhnya:

"Praxeas had prevented, according to Tertullian, the recognition of the Montanist prophecy by the pope ; Tertullian attacks him as a Monarchian, and develops his own doctrine of the Holy Trinity (see MONARCHIANS and PRAXEAS)."

Tertulian melawan ajaran-ajaran lain. sebelumnya kita harus sadari bahwa sebelum melawan ajaran-ajaran lain tersebut, pasti Tertulian tahu apa kepercayaannya. Ia sudah percaya Tritunggal. Tetapi setelah melawan ajaran-ajaran lain itu, kepercayaanya itu (Tritunggal) diformulasikan...

"The writers of this school contend that the doctrine of the Trinity, as professed by the Church, is not contained in the New Testament, but that it was first formulated in the second century and received final approbation in the fourth, as the result of the Arian and Macedonian controversies." (masih dari Cath. Encyc. "The Blessed Trinity, http://www.cathcom.net/encyclopedia/view.php?id=11699)

jadi, formula ini bukan seenak Tertulian, tetapi Tertulian terdorong membut formulasi Tritunggal yang formal setelah mendapat serangan banyak ajaran-ajaran lain (termasuk Arianisme, yang berkemiripan banyak dengan doktrin Allah di Menara Pengawal).

perhatikan pada satu kalimat setelahnya, "In view of this assertion it is necessary to consider in some detail the evidence afforded by Holy Scripture ."

Cath. Encyc. mengatakan bahwa Tritunggal itu ada bukti Alkitabnya.....

Jadi, doktrin ini bukan karangan Tertulian, tetapi ajaran ini sudah ada, namun dibuat formulasi formal oleh Tertulian. mohon dibedakan keduanya.

Anonim mengatakan...

Jelaslah ada perbedaan dengan Pendapat Saksi Yehuwa (andakan bukan Saksi Yehuwa).

Pendapat Saksi Yehuwa mengenai Doktrin dan Struktur ajarannya sebagai berikut:

http://jawabansy.blogspot.com/2010/12/apa-yg-membuat-saksi-saksi-yehuwa.html

Terimakasih.

saksiyehuwa mengatakan...

terima kasih untuk responnya.

yang saya gunakan untuk menjelaskan Tritunggal adalah konsep Tritunggal yang benar yang juga dinyatakan dalam beberapa publikasi (yang saya kutipkan di

ini bukan perkara perbedaan pendapat, tetapi siapakah yang jujur mengajarkan Tritunggal. telah terbukti Menara Pengawal mengacaukan pengertian Tritunggal, sehingga tiap Saksi Yehuwa sendiri salah paham akan apa yang diajarkan Tritunggal, bahkan pernah Menara Pengawal mengajarkan bahwa Tritunggal berarti "tiga Allah dalam satu Allah" (contoh lainnya ada di http://saksiyehuwa.blogspot.com/2010/04/ketidakjujuran-menara-pengawal.html), suatu pengajaran yang jelas-jelas bukan Tritunggal.

Anonim mengatakan...

Halo.
Saya baca di artikel ANda yang ini, Anda hanya menulis bantahan untuk doktrin dari Saksi Yehuwa mengenai ajaran Tritunggal.

Kalau boleh saya ingin tahu bagaimana penjelasan yang sejelas-jelasnya dari ajaran Tritunggal itu sendiri ? (jadi yg saya ingin tahu itu penjelasan tentang Tritunggal, bukan penjelasan yg bertujuan membantah). Karena saya sendiri masih belum bisa mengerti ajaran Tritunggal. Saya bingung kenapa orang-orang selalu bilang "Tuhan Yesus". Kenapa nama Bapa yaitu "Tuhan Yehuwa" gak pernah disebut, dan kenapa nama "Tuhan Roh Kudus" jugak gak pernah disebut. J

Thank you.

saksiyehuwa mengatakan...

dear Sdr. Anonymous, terima kasih untuk komentarnya.
A. untuk penjelasan Tritunggal itu apa, dapat dibaca di www.saksiyehuwa.org/2011/01/pengantar-apakah-tritunggal-itu.html
B. kalau Yesus sudah terbukti sebagai Allah, akan menjadi tidak membingungkan
C. "Yehuwa" bukan nama pribadi Bapak, tetapi nama pribadi Allah. Karena Yesus dan Roh Kudus adalah Allah juga, makanya mereka dapat disebut Yehuwa juga (untuk penjelasan kalimat saya ini dapat dibaca di www.saksiyehuwa.org/2010/08/ketakjujuran-menara-pengawal-mengenai.html
D. kalau Roh Kudus sudah terbukti sebagai Allah, maka dapat saja disebut "Allah Roh Kudus", sebagaimana Bapak, karena Ia Allah, kita sebut "Allah Bapak"

Anonim mengatakan...

kalau "Yehuwa" adalah nama Allah , dan Yesus adalah Allah, berarti bisa juga disebut Yehuwa Yesus ? Atau Yesus Yehuwa?

terima kasih jawabannya..

Anonim mengatakan...

ohya,satu lagi, kalo Yesus memang Tuhan, kenapa dalam bahasa Inggris, Allah Yehuwa dipanggil God (atau kadang2 juga Lord), sedangkan Yesus dipanggil menggunakan gelar Lord saja? Kenapa bukan God Jesus?

Jujur saja sih saya belum pernah dengar panggilan "God Jesus" ato "God Holy Spirit"..Dan gelar "Lord" dalam pemakaian bahasa Inggris setahu saya berarti "Tuan", yg juga dikenakan pada manusia. misalnya, jaman dulu hamba2 raja memanggil rajanya dengan sebutan "My Lord". Atau ada jg istilah "landlord".

Trims before :)

saksiyehuwa mengatakan...

apakah kalau Yesus tidak disebut "Allah Yesus", artinya Yesus bukan Allah? saya rasa tidak demikian. asalkan kita menemukan kejadian di mana Yesus dikatakan memiliki hakikat Allah, maka itu sudah cukup untuk mengatakan bahwa Ia adalah Allah.

contoh: kalau ada seseorang tidak pernah dipanggil "pak dokter X", maka itu berarti dia bukan dokter?

bukankah Yesus disamakan dengan Yehuwa? misalnya di sini http://www.saksiyehuwa.org/2011/07/kemuliaan-siapakah-yang-disaksikan.html

saksiyehuwa mengatakan...

Saya sedang kesulitan menemukan apakah dalam Alkitab ada disebut "Bapak Yehuwa"? atau "Yehuwa Bapak"? mohon bantuannya.

pak tua mengatakan...

Salam sejahtera bagi saksiyehuwa dan SaksiYehuwa...



Umur saya sudah tidak muda lagi, jadi saya ini orang tua awam tidak mengerti apapun mengenai pertentangan Anda-anda tentang doktrin trinitas yang dipertentangkan secara akal.
Padahal kita mengerti bahwa akal manusia sangat terbatas untuk menghasilkan 'karya ilmiah' mengenai Sang Pencipta. Apakah ini bukan bentuk suatu kesombongan manusia terhadap Penciptannya?

Maka dari itu dengan segala hormat saya mengajak Anda berdua untuk meletakan intelegensia Anda di bawah kaki Kristus. Terimalah Firman dengan kerendahan hati dan iman.
Ketika intelegensia kita tidak bisa menerima penjelasan Alkitab tentang being Sang Pencipta, bukankah itu saat yang tepat untuk bersikap rendah hati di hadapan DIA dengan tetap percaya dan tidak mendebat?

Bukannya saya anti terhadap penggunaan akal, silahkan menggunakan intelegensia kita dalam memahami doktrin selain doktrin tentang being Sang Pencipta. Misalnya tentang doktrin keselamatan yang juga sering diperdebatkan.

Kembali kepada pertentangan ajaran-ajaran (doktrin), sebagai orang tua saya mencoba berbagi pendapat saya mengenai kata-kata Yesus tentang bagaimana menilai ajaran-ajaran. (Semoga ini bermanfaat bagi kita semua..)

Yesus menasehatkan bagaimana menilai ajaran-ajaran 'oranglain' yang susah-susah dengan menilainya dari buah ajaran dan buah perbuatan orang tersebut. Sehingga sebagai orang awam maka saya akan menilai buah perbuatan Tertullian dan CT Russell dalam rangka memberi penilaian terhadap pengajaran keduanya. Hasilnya adalah saya tidak/belum memiliki informasi mengenai buah perbuatan Tertullian yang negatif, namun saya pernah membaca informasi tentang buah perbuatan Russell sehingga saya tidak terlalu terkesan dengan buah perbuatan Russell.

Cara sederhana kedua yang dinasehatkan Yesus adalah "Siapa yang tidak bersama Aku, dia melawan Aku" (kira-kira seperti itu, saya minta maaf lupa ayatnya, maklum otak tua). Maka saya akan menilai siapakah di antara kedua orang ini (Tertullian dan Russell) yang bersama Yesus dan mana yang menolak Yesus.

Setelah membaca ajaran Russell maka saya memberanikan diri untuk menyimpulkan bahwa Russell mengajarkan pengikutnya untuk menolak Yesus sebagai satu-satunya penyelamat tapi Yesus bersama-sama perbuatan baik manusia-lah yang menyelamatkan manusia itu.

Hal ini jelas tidak selaras dengan Firman Yesus: "Aku-lah jalan dan kebenaran dan hidup " (Catatan: seorang pendeta pernah menjelaskan kepada saya bahwa kata asli yang digunakan untuk 'hidup' adalah zoe yang artinya 'hidup kekal')

Jadi barang siapa mau hidup kekal harus menerima Yesus sebagai satu-satunya penyelamatnya, bukan Yesus bersama-sama oranglain yang menyelamatkannya, termasuk juga bukan dirinya sendiri yang menyelamatkannya melalui perbuatan-perbuatan 'baik' nya.
Dalam hal keselamatan ini ternyata Russell tidak sependapat dengan Yesus.

Bukankah inti dari kebutuhan manusia adalah keselamatan? Inilah tujuan utama dari setiap 'kerumitan' yang dibuat, yaitu untuk merampas keselamatan yang sudah dianugerahkan..



Marilah ikut Yesus yang sudah menganugerahi kelamatan kepada kita sembari terus berbuat baik sebagai ucapan syukur atas anugerah keselamatan itu.

Jangan ikut Tertullian ataupun CT Russell



Salam...

Anonim mengatakan...

menurut Anda : Yesus adalah Allah.

Apakah Allah dapat dicobai?

Yak 1:13 : bahwa Allah tidak dapat dicobai
sedangkan di Mat 4:1-10 : Yesus dicobai dan di goda oleh Iblis.

Sepertinya 'Tritunggal model' Anda ini akan mengalami kesulitan dalam hal ini.

Kes : Yesus bukanlah Allah. (atau seperti yang Anda Bilang Berhakekat Allah)

saksiyehuwa mengatakan...

sudah saya bahas khusus untuk Saudara.
silakan dibaca di http://www.saksiyehuwa.org/2012/04/yesus-dicobai-mat-41-bagaimana-ia-allah.html

S. Kalangi mengatakan...

saya anak muda yang percaya Yesus Kristus sebagai Tuhan yang pernah menjadi manusia. Saya tidak terlalu rumit untuk mengerti arti Tritunggal, jelas sekali Allah Bapa beda dengan Allah anak juga Allah roh kudus. Yang perlu saya lakukan adalah meneladani Yesus sebab tidak ada satupun yang sampai kepada Bapa tanpa melalui anak yakni Yesus. Cukuplah buat saya memahami maksud2 dan ajaran Yesus ketimbang pusing memikirkan teori2 Tritunggal, karna melalui Yesus kelak saya akan bertemu Allah Bapa di kerajaanNya.

Bagian saya sekarang adalah meminimalisir dosa dan kebodohan dan semakin menDIA pada Yesus. Bagi setiap orang yang sudah pernah merasakan Heaven Experience atau pengalaman2 mustahil dengan Tuhan tentu takkan ragu. Dan saya salah satu orang yg telah mengalami banyak pekerjaan Tuhan. Jadi tidak ada alasan lagi buat saya untuk tidak percaya dan taat.

Saya orang muda yang sebenarnya lekas panas dengan perdebatan-perdebatan tak berkesudahan di beberapa blog. Tapi kali ini saya ingin belajar seperti kalian yaitu komentator berkepala dingin dan dewasa.

Ikut Yesus sesuai dengan titah Perjanjian Baru, cukup buat saya. Saya tidak peduli lagi organisasi agama. buat saya kekeristenan itu private. kekeristenan itu jalan hidup perorangan. Kekeristenan itu integritas. Kekeristenan sama sekali bukan agama. Kekeristenan adalah MENELADANI KRISTUS.

Jika saja kolom agama di KTP bisa dihilangkan. Saya sangat senang. Buat anda yang tidak percaya dengan KeALLAHan Yesus, coba baca kembali Alkitabnya. Jelaslah disana. Justru saya tipe orang yang tidak percaya hanya dengan tulisan, siapa yang mau jamin Alkitab itu benar? Saya percaya Yesus Tuhan dari pengalaman spiritual saya selama hidup 22 tahun di bumi. Kenalanlah dengan Yesus. Yesus dalam konteks yang benar. Tak kenal maka tak sayang saudara. Salam !