Blog ini tidak dibuat oleh seorang Saksi Yehuwa. Blog ini membahas ajaran Saksi Yehuwa dengan menggunakan publikasi dan Alkitab. Ditujukan kepada siapa saja yang berhati tulus dan ingin memeriksa kebenaran pengajaran Saksi Yehuwa.

Minggu, 17 Oktober 2010

Bisakah Seorang Tentara Memuliakan Yehuwa?

“Pada tahun 1997, ia bertemu Saksi-Saksi Yehuwa dan mendapati bahwa mereka tidak memandang rendah dia. Sebaliknya, mereka membantu dia mengetahui apa yang Alkitab katakan tentang kekerasan. Alex meninggalkan angkatan bersenjata. “ (*** w00 1/1 hlm. 5 Iman Dapat Mengubah Kehidupan Saudara ***)

Kita semua tahu bahwa Menara Pengawal mengajarkan bahwa orang Kristen yang benar haruslah netral. Kenetralan itu sendiri mencakup, “… upacara patriotik, berdinas dalam angkatan bersenjata, bergabung dengan suatu partai politik, mencalonkan diri untuk suatu jabatan politik, atau memberikan suara dalam pemilihan umum.” (*** rs hlm. 189 Kenetralan ***)

Tentu saja, orang Kristen yang tidak netral tidak menyenangkan Allah. Akan tetapi, apakah Alkitab mengajarkan ini?

(Kisah 10:1-2) Di Kaisarea ada seorang pria bernama Kornelius, seorang perwira pasukan Italia, sebagaimana itu disebut, seorang pria yang saleh dan takut akan Allah bersama segenap rumah tangganya, dan ia memberikan banyak pemberian belas kasihan kepada umat dan senantiasa membuat permohonan kepada Allah.

Ternyata Alkitab mencatat ada seorang pribadi yang walaupun seorang perwira pasukan, tetapi pribadi ini takut akan Allah, dan yang terpenting, Allahpun berkenan kepadanya.

Tidak hanya itu, Menara Pengawal mengajarkan juga bahwa “Kornelius sebagai yang paling menonjol, menjadi yang pertama dari antara orang-orang non-Yahudi yang tidak bersunat yang menerima ”karunia cuma-cuma berupa roh kudus”.” (*** it-1 hlm. 1304 Kornelius ***)

Jika memang mengambil bagian dalam militer adalah hal yang seutuhnya dan selalu keliru*, maka tak mungkin Yehuwa berkenan atas Kornelius. Tetapi, cocokkah ajaran Menara Pengawal (bahwa tentara sepenuhnya tak diperkenan Allah) dengan kisah Kornelius ini?




* Saya percaya bahwa keterlibatan seseorang dalam angkatan bersenjata tidaklah salah, jika ia berposisi untuk menjaga keamanan atau menjaga diri

2 komentar:

SaksiYehuwa mengatakan...

Halo Sdr Blogger,

Sehubungan pernyataan anda diatas, tolong jelaskan mengapa Yesus Kristus memberikan pernyataan "semua orang yang mengangkat pedang akan binasa oleh pedang" MAT 26:52

Dan Menurut anda Apakah yang dimaksud dengan Hukum Kasih MAT 5:44
"Akan tetapi, aku mengatakan kepadamu: Teruslah kasihi musuh-musuhmu dan berdoalah bagi orang-orang yang menganiaya kamu"

Thanks

saksiyehuwa mengatakan...

Pertama, patut diperhatikan bahwa sebenarnya saya tidak setuju perang. Tindakan ‘kekerasan’ yang paling jauh saya rasa diperbolehkan adalah tindakan perlawanan dalam membela diri (mirip seperti yang diajarkan Menara Pengawal).

Kedua, ayat yang pertama menjelaskan bahwa perkelahian fisik bukanlah cara untuk melaksanakan kehendak Allah, dan ayat kedua mengajarkan bahwa kita harus mengasihi musuh.

Ketiga, berhubungan dengan artikel awal yang dikomentari, apakah Saudara tidak setuju perkenan Allah atas tentara tersebut?