Blog ini tidak dibuat oleh seorang Saksi Yehuwa. Blog ini membahas ajaran Saksi Yehuwa dengan menggunakan publikasi dan Alkitab. Ditujukan kepada siapa saja yang berhati tulus dan ingin memeriksa kebenaran pengajaran Saksi Yehuwa.

Rabu, 16 Februari 2011

Jika Yesus adalah Allah, mengapa Ia berdoa kepada Bapaknya, bukan kepada diri-Nya sendiri?

”… Mat. xxvi. 39:. . . Mengapa ia berdoa hanya kepada Bapaknya, dan bukan kepada dirinya sendiri, jika ia sendiri memang Allah? Jika ia sendiri adalah manusia sekaligus juga Allah yang tertinggi, untuk apa ia berdoa mengenai sesuatu yang masih ada dalam kuasanya sendiri? …” (w07 15/9 hlm. 13)

Jika kita mengerti ajaran Tritunggal, maka seharusnya kita tidak memiliki keberatan seperti ini. Dalam Tritunggal diajarkan bahwa Yesus adalah salah satu dari tiga pribadi Allah yang turun dan mengambil rupa manusia. Nah, dalam kerelaan-Nya untuk mengambil rupa manusia ini, Ia dapat merasakan apa yang dirasakan oleh manusia. Apakah penting untuk Yesus agar dapat merasakan apa yang dirasakan kita? Ya, karena “ia sendiri telah menderita sewaktu diuji, ia dapat membantu mereka yang sedang diuji.” (Ibr. 2:17-18).

Ketika Yesus akan menghadapi kematian, Ia berdoa kepada Bapak, karena Yesus juga 100% manusia (sambil 100% Allah). Jika Yesus adalah makhluk surgawi yang bukan manusia 100%, maka Yesus tak perlu berdoa kepada Bapak, karena Ia tak dapat mati. Karena Yesus juga adalah manusia, tentu Ia perlu berdoa kepada Bapak.

Kemudian pertanyaan berlanjut: mengapa tidak berdoa kepada diri sendiri saja? Jawabannya adalah karena Yesus ketika menghadapi kematian-Nya, Ia juga hendak memberikan teladan kepada kita tentang apakah makna dari ketaatan seorang manusia (jadi, pada saat ini, Ia menggunakan hakikat manusia-Nya, bukan hakikat Keallahan-Nya). Ia memberikan teladan bahwa kita dapat menghadapi saat-saat yang sulit dengan berikatan kuat dengan Allah.

Teladan yang Yesus tinggalkan adalah bahwa kita dengan hakikat kemanusiaan kita saja (tidak perlu menjadi Allah seperti Yesus agar dapat taat), dapat menang atas dosa, asalkan kita berikatan kuat dengan Allah.

Jadi, Yesus berdoa kepada Bapak, bukan berarti Ia bukan Allah, tetapi karena sebagai manusia, Yesus berdoa kepada Bapak dan juga Ia ingin memberikan teladan bagi kita, manusia biasa, agar kita berdoa kepada Allah ketika kita menghadapi situasi-situasi yang sulit.

15 komentar:

Anonim mengatakan...

ngga masuk akal, menurut gue Yesus emang bukan Allah, semuanya terlalu mengada-ngada mencari persepsi sendiri yang menurut mereka benar lalu dengan dihubungkan dengan tritunggal. Intinya kan di alkitab tidak pernah tertulis ada "tritunggal" gitu kan selesai..

saksiyehuwa mengatakan...

"ngga masuk akal"?

kalau sudah begitu, ya sudah susah. saya mempelajari Alkitab dan saya ikut apa yang diajarkan Alkitab, tidak peduli bisa masuk akal saya, atau ternyata tidak bisa masuk akal saya karena tidak mungkin juga seorang manusia memahami isi Allah pencipta semesta ini.

di Alkitab juga TIDAK PERNAH ada kata monotheisme....

:)

Anonim mengatakan...

karena Yesus diutus Bapanya yang lebih tinggi (Yohanes 3:16, Yohanes.14:28)dan Yesus menyembah satu-satunya Allah yang benar (Lukas 4:8-12) .Hal ini memberikan teladan bahwa Yesus sebagai manusia memberikan contoh kepada seluruh manusia-para pengikutnya- untuk mengenalkan Bapanya kepada mereka (Yoh.7:16-17) , seperti tertulis dari kata2 Yesus di Yoh.17 sbb:
17:26 dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka."

..^_^,,

saksiyehuwa mengatakan...

1)Ya, Bapak lebih tinggi secara posisi dari Yesus, tetapi mereka sehakikat. Kita sebaiknya tahu bahwa walapunBapak lebih tinggi posisinya dari Yesus, tidak otomatis berarti Yesus tak sehakikat dengan Bapak, sebagaimana atasan kita lebih tinggi posisinya dari kita, namun itu tak berarti ia lebih manusia dari kita. sebaliknya, malahan kita dan dia sama-sama sehakikat, sebagai sama-sama manusia.
2)Ya, Yesus memperkenalkan Bapak-Nya.
3)Yoh. 14:28 sudah dibahas di http://saksiyehuwa.blogspot.com/2009/10/yesus-adalah-pribadi-yang-lebih-rendah.html
Luk. 4:8-12 sudah dibahas di http://saksiyehuwa.blogspot.com/2011/01/mat-410-yesus-menolak-disembah.html

Anonim mengatakan...

@Anonim : ^__^ coba baca Yoh 14:10-11
jika Yesus hanya manusia.. siapa DIA? berani - berani bilang klo BAPA di dalam AKU dan AKU di dalam BAPA? itu juga sudah menunjukan kesetaraan.. semoga bermanfaat :) Gbu

@Saksi Yehuwa : GBu Bro... :)

BARANG mengatakan...

oke.. kita bicara pribadi YESUS. Dia (YESUS ) memang bukan ALLAH, tetapi yesus adalah anak ALLAH. kata itu telah di sebut kan oelh YESUS sendiri di berbagai ayat alkitab. nah karena dia anak ALLAH maka sepatutnyalah ia mengajarkan apa yang benar-benar dari ALLAH, dan bukan dari dunia ini, termasuk saat dia berdoa, ia mencontohkan bagaimana saat berdoa yang baik yang telah ada di sorga ke dunia ini. dan YESUS dan ALLAH juga telah menyatu walaupun tidak satu, hal ini pun juga telah di katakan oleh YESUS " Bapa di dalam Aku, dan Aku di dalam Bapa. dan segala pengerjaan sesuatu akan di kerjakan bersama. contoh saat menciptakan alam semesta di dalam kitap kejadian ALLAH menyatakan diri NYA dengan kata KITA ( berarti lebih dari satu ) juga di Al-qur'an ALLAH menyatakan diri-NYA dengan kata " Kami " ( berarti lebih dari satu ).
oke paham kan bahwa sejak semula ( ALLAH dan anakNYA telah bekerja sama. logika banget kan....GBU

saksiyehuwa mengatakan...

Apakah Saudara seorang Saksi?

Anonim mengatakan...

Kalaupun didalam alkitab Yesus mengatakan "Aku dan Bapa adalah satu", bukan berati diasumsikan bahwa Yesus satu kesatuan dengan Bapa atau pun setara dengan Bapa. Satu yg dimaksud memiliki bentuk kosa kata yg berkesinambungan antara anak dgn Bapa yg memiliki misi dan visi yg sama dgn kata lain, Yesus dan Bapa memiliki satu tujuan yg sama. Setuju..?

saksiyehuwa mengatakan...

mohon maaf, tapi saya kurang setuju.

sebaiknya kita perhatikan konteks juga, Brur.

(Yohanes 10:30-33) Aku dan Bapak adalah satu.” 31 Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk merajam dia. 32 Yesus menjawab mereka, ”Aku mempertunjukkan kepadamu banyak pekerjaan baik dari Bapak. Pekerjaan yang mana menyebabkan kamu hendak merajam aku?” 33 Orang-orang Yahudi itu menjawab dia, ”Kami merajam engkau, bukan karena suatu pekerjaan baik, tetapi karena hujah, ya, karena engkau, meskipun seorang manusia, MENJADIKAN DIRIMU (suatu )ALLAH.”


bahasannya lebih lengkapnya dapat dibaca di http://www.saksiyehuwa.org/2011/04/kesatuan-dalam-tujuan-yoh-1030_04.html

Anonim mengatakan...

Dengan begitu Yesus yang anda gambarkan disini adalah Yesus yang bermuka dua, tukang tipu. Sebaliknya jauhlah dari Yesus Kristus hal-hal demikian. Betapa mulia Yesus yang digambarkan oleh Saksi-saksi Yehuwa,pantas dan tepat. aku cinta Yesus yang seperti mereka gambarkan. bukan yang seperti anda gambarkan bung...

Saya mau tanya apakah ilustrasi Yesus anda berambut panjang?

Roma

saksiyehuwa mengatakan...

1. Saudara mencintai Yesus? untuk apa Saudara mencintai malaikat?
kalau saya, wajar mencintai Yesus, karena Ia Allah saya. tapi kalau Saksi mencintai Yesus, saya jadi agak janggal.

2. Yesus yang bermuka dua dan tukang tipu, kalau Yesus itu jahat namun berpura-pura baik. Namun saya tidak pernah menggambarkan Yesus sebagai demikian.

3.Yesus dalam Tritunggal adalah Yesus yang sepenuhnya Allah (sehingga korban tebusannya bisa untuk menebus semua orang percaya) dan sepenuhnya manusia (sehingga Ia bisa mati).

4.Saya tidak tahu Yesus berambut panjang atau tidak. Menurut saya, hal tersebut bukanlah hal yang cukup besar untuk dipermasalahkan. bagaimana menurut Sdr?

Anonim mengatakan...

>ajaran tritunggal itu ajaran dari mana dan oleh siapa sih????????koq berdebat yang tidak diajarkan oleh Allah melalui firmanNya Alkitab..Janganlah manusia membuat kesimpulan sendiri tar kualat loh...jika tritunggal itu memang benar tentu Yesus akan menjelasankan dengan terperinci bukan???renungkanlah Alkitab dengan hati nurani yang jujur dengan tidak berpihak pada pendapat orang/organisasi lain,maka anda pasti akan mendapat jawaban dari Si Empunya Alkitab>

saksiyehuwa mengatakan...

Alkitab tidak pernah menjelaskan dengan terperinci tentang bagaimana Allah menciptakan otak, saraf, mata, paru-paru, dll. apakah kalau begitu, Allah tidak menciptakan organ-organ demikian? kan tidak dijelaskan "dengan terperinci" :)

Purbo Sutanto mengatakan...

ini perdebatan yang panjang mengenai Allah Tritunggal. menurut saya Bapa, Yesus dan Roh Kudus...tiga pribadi yang setara tidak berbeda secara kualitas keilahian akan tetapi memiliki pekerjaan yang berbeda.

Anonim mengatakan...

Saya ingin mengomentari judul anda saja.

Banyak pendeta-pendeta mengatakan bahwa mereka pernah berkomunikasi dengan Yesus, bahkan mereka pernah bertemu dengan Yesus. Kalau anda mengenal pendeta yang demikian, ya mohon di sampaikan pertanyaan itu ke mereka. Terus tolong sampaikan ke saya jawabannya.

Syalom