Blog ini tidak dibuat oleh seorang Saksi Yehuwa. Blog ini membahas ajaran Saksi Yehuwa dengan menggunakan publikasi dan Alkitab. Ditujukan kepada siapa saja yang berhati tulus dan ingin memeriksa kebenaran pengajaran Saksi Yehuwa.

Jumat, 18 Mei 2012

Bagaimana Sikap Orang Kristen terhadap Politik? (Tanggapan terhadap Menara Pengawal Mei 2012)



Menara Pengawal

Tanggapan

Apa Pandangan Yesus tentang Politik?

Penguasa dunia

.... Bayangkan hal-hal baik yang bisa Yesus lakukan bagi umat manusia yang menderita seandainya ia menjadi penguasa dunia! Seorang tokoh politik yang peduli kepada rakyat pasti tidak bakal menolak tawaran seperti itu. Tetapi, meskipun Yesus sangat peduli kepada manusia, ia menolak tawaran tersebut...

Yesus menolak untuk menjadi penguasa dunia/raja/aktivis politik bukan karena politik itu haram, tapi karena jika Ia menjadi penguasa dunia, bagaimana Ia akan mati disalib?

Tujuan utama Yesus ke bumi adalah untuk penebusan dosa, bukannya untuk melenyapkan kefasikan

Raja

.... Apa tanggapan Yesus? Penulis Injil Yohanes mengatakan, ”Ketika Yesus tahu bahwa mereka akan segera datang dan hendak membawanya dengan paksa untuk menjadikannya raja, ia sekali lagi mengundurkan diri ke gunung sendirian.” (Yohanes 6:10-15) Jelaslah, Yesus tidak mau terlibat dalam politik.

Aktivis politik

....Kristus bukannya tidak peduli akan kemiskinan, korupsi, dan ketidakadilan. Malah, Alkitab memperlihatkan bahwa ia sangat prihatin dengan keadaan yang mengenaskan di sekitarnya. (Markus

6:33, 34) Sekalipun demikian, Yesus tidak memulai kampanye untuk menyingkirkan ketidakadilan

dunia, meskipun ada yang berupaya menyeret dia agar terlibat dalam isu-isu kontroversial di zamannya....

Patutkah Orang Kristen Berperan dalam Politik?

Kesanggupan manusia terbatas

Alkitab menyatakan bahwa manusia tidak sanggup dan tidak berhak memerintah dirinya sendiri....

Benar, oleh karena itu, dibutuhkan seorang pemimpin yang bukan memerintah dirinya sendiri, melainkan yang menundukkan diri kepada kebenaran firman sebagai bimbingannya.

Kalau begitu, apakah seorang Saksi tidak boleh menjadi pemimpin apapun (misalkan kepala sekolah, manajer, ketua kelas, dll), karena alasan “manusia tidak sanggup dan memerintah dirinya sendiri”?

Ada pengaruh kekuatan roh-roh jahat

Sewaktu Setan menawarkan kekuasaan dunia, Yesus tidak menyangkal bahwa Si Iblis memiliki wewenang untuk menawarkan semua kerajaan dunia kepadanya.Malah, pada kesempatan lain, Yesus menyebut Setan ”penguasa dunia ini”. Beberapa tahun kemudian, rasul Paulus menggambarkan Setan sebagai ”allah sistem ini”....

Siapakah penguasa mutlak dunia ini? Bukan Allah?

Orang Kristen sejati hanya menyatakan kesetiaan kepada Kerajaan Allah.

.... Jika seseorang benar-benar percaya bahwa Kerajaan Allah akan segera menyingkirkan semua sistem politik buatan manusia, secara masuk akal ia tidak akan mendukung sistem politik tersebut. Lagi pula, apabila ia mencoba mendukung pemerintahan manusia yang akan segera binasa, ia sebenarnya menentang Allah....

Kita semua tahu bahwa dunia ini akan makin jahat, dan korupsi ada di mana-mana, apakah itu artinya kita sebagai orang Kristen hanya diam dan menjadi penonton setia? Tidakkah kita tergerak untuk melakukan sesuatu, yaitu untuk menggarami dunia yang fasik ini?

Ingin bertanya saja: kalau kita sakit, apakah kita akan berobat? Bukankah kita akan mati, dan Alkitab sudah mengatakan bahwa kita akan mati? Kenapa kita masih berobat?

Dunia politik memang dunia yang sangat keras godaannya, tapi apakah ini berarti tidak mungkin kita menggarami bidang ini? Pada halaman 4, publikasi menjelaskan satu ayat yang indah:

Matius 5:13-16

”Kamu adalah garam bumi; tetapi jika garam itu hilang kekuatannya, bagaimana rasa asinnya dapat dipulihkan? Itu tidak dapat digunakan lagi untuk apa pun kecuali dilempar ke luar untuk diinjak-injak orang. 14 ”Kamu adalah terang dunia. Suatu kota tidak dapat disembunyikan bila terletak di atas gunung. 15 Orang menyalakan pelita dan meletakkannya, bukan di bawah keranjang takaran, tetapi di atas kaki pelita, dan itu bersinar atas semua orang yang ada di rumah. 16 Demikian pula biarlah terangmu bersinar di hadapan manusia, agar mereka melihat perbuatan baikmu dan memuliakan Bapakmu yang di surga.

Sebagai orang Kristen, kita berkewajiban untuk menjadi garam di manapun kita berada. Justru kita harus berada di tempat yang paling gelap, karena kalau kita di tempat terang, apa gunanya kita?

Saya agak kurang paham mengapa Menara Pengawal seperti takut sekali akan bidang politik. Bahkan jikapun ada kuasa gelap yang menguasai dunia politik, kenapa Saudara harus takut menjadi Saksi Kristus di sana? Apakah Kristus yang Saudara miliki (jika memang Saudara memiliki-Nya) akan takluk pada kuasa gelap?

18 komentar:

Anonim mengatakan...

Saksi Yehuwa sering membanggakan diri bahwa mereka mengambil sikap netral dalam politik pada Perang Dunia II, sebelum Hitler membunuhi Saksi2 Yehuwa.

Apakah Hitler membunuh mereka karena netralitas mereka?

Ini kata Hitler:
These so-called "Earnest Bible Students" are trouble-makers; they disturb the harmonious life amongst Germans; I consider them quacks; I do not tolerate that German Catholics besmirched in such manner by thus American "judge" Rutherford; I dossolve the "Earnest Bible Students" in Germany.

-sumber: Face The Facts karangan J. Rutherford.-

[Terjemahan bebas: Mereka yang menyebut diri "Siswa2 Alkitab" (=Saksi Yehuwa) adalah pembuat masalah; mereka mengganggu keharmonisan kehidupan orang2 Jerman; aku menganggap mereka "cuma pura2"; aku tidak suka bahwa umat Katolik Jerman direndahkan dengan cara seperti itu oleh "hakim" Rutherforb dari Amerika itu; aku bubarkan "Siwa2 Alkitab" di Jerman.]

Artinya, Rutherford "menyerang" gereja Katolik yang membuat Siswa2 Alkitab (Saksi2 Yehuwa) dianiaya oleh Hitler/Nazi.

Saksi2 Yehuwa memprotes kepada Nazi/Hitler, dan ditemukan ada sekitar 20 ribu surat protes dari sekitar 50 negara. Mereka memprotes penganiayaan Saksi2 Yehuwa di Jerman.

Salah satunya dari Rutherford...

Your ill-treatment of the Jehovah's witnesses shocks all good people of earth and dishonors God's name. Refrain from further persecuting Jehovah's witnesses; otherwise God will destroy you and your national party.’ Witnesses all over the world rained cables on Berlin. It was not exactly a tactful telegram, and Hitler was far from intimidated. On November 17, 1934, he asked the Reich Chancellery to turn over all its material on the Jehovah's witnesses for submission to the secret police.”

Sumber:
"The German Churches under Hitler" by Ernst Christian Helmreich, Wayne State University Press, 1979; 395

[terjemahan: perlakukan buruk anda terhadap Saksi2 Yehuwa mengejutkan orang2 beradab di bumi dan menghina nama Tuhan. Hentikan menganiaya Saksi Yehuwa; atau Tuhan akan menghancurkan anda dan partai nasional anda... dst"]

Ini bukan sikap netral, tapi sikap menentang kepada Hitler/Nazi.

Jadi, tak heran Saksi2 Yehuwa dibunuh oleh Hitler.

Rasanya Rutherford dan Hitler akan dihakimi oleh Yehuwa karena mereka berdualah yang menyebabkan kematian Saksi2 Yehuwa di Jerman.

Saksi2 Yehuwa sekarang juga ikut bersalah atas kematian mereka karena mengikuti organisasi Saksi Yehuwa itu.

Keluarlah selagi bisa!

cmiiw ^.^
=aud=

Anonim mengatakan...

Tentu anda setuju bahwa jika Hitler menganiaya SSY karena mereka berani mengkritik gereja Katolik, hal itu sama saja membuktikan bahwa Hitler telah bertindak jahat bahkan munafik, karena telah menghalalkan dirinya membantai manusia "atas dasar agama" (atau karena agamanya dikritik), tak jauh beda dengan beberapa kelompok agama mayoritas yang melakukan tindakan terorisme terhadap kelompok lain yang berseberangan atas nama Jihad Agama.

Sebenarnya anda tahu persis bahwa "kritikan pedas" terhadap gereja Katolik sudah ada dari sejak berabad-abad lalu (sebelum SSY muncul), dan para kritikus yang berani menyerang gereja akan dianiaya dan disebut dgn julukan "Bidah" atau Sesat (jika anda memang seorang peneliti agama yg suka riset, anda pasti tahu).

Sejarah "berdarah" dari gereja-gereja yang mengaku pengikut Kristus tercatat dalam sejarah. Tokoh-tokoh seperti John Wycliff, William Tyndale, John Huss, Arius, Martin Luther, yang dianiaya, dikejar-kejar, dibakar hidup-hidup atas perintah dan persetujuan Paus dan pemimpin Agama Katolik. Itulah sebabnya belakangan muncul agama Protestan (karena kelompok Kristen itu suka MemProtes Katolik) - baca sejarah "Inkuisisi" / "Inquisition".

http://id.wikipedia.org/wiki/Inkuisisi

Tidak hanya para Reforman agama Kristen yang dianiaya sepanjang sejarah, para ilmuan / scientist juga ditangkap, dipenjara dan bahkan dibunuh jika berani meluncurkan ide atau pemikiran yang bertentangan dengan agama Katolik dulu, contohnya Galileo dan Copernicus.

Belum lagi sejarah berdarah Perang Salib yang telah memakan ribuan bahkan jutaan nyawa, hanya karena abisi para pemimpin politik dan pemimpin agama.

Jadi saya pribadi sependapat jika SSY atau orang Kristen Sejati menolak untuk mengikuti dunia politik. Saya justru kagum melihat keberanian dari SSY dan para tokoh reformis Kristen yang berani mengkritisi berbagai penyimpangan agama Kristen, ketimbang "menjilat" para pemimpin Agama dan pemimpin Politik untuk mendapat keamanan semu, namun mentoleransi penyimpangan.

http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Salib

Bagaimana menurut anda?

Anonim mengatakan...

Sepanjang sejarah Saksi-Saksi Yehuwa ', keyakinan mereka, doktrin dan praktek agama mereka telah menimbulkan kontroversi dan penentangan sengit dari pemerintah daerah, masyarakat, dan kelompok agama.

Banyak denominasi Kristen mempertimbangkan dan menganggap bahwa doktrin Saksi-Saksi Yehuwa sesat. Beberapa pemimpin agama menuduh Saksi-Saksi Yehuwa sebagai kultus. Menurut profesor hukum Archibald Cox : di Amerika Serikat Saksi-Saksi Yehuwa adalah "korban utama dari penganiayaan agama". Permusuhan politik dan agama terhadap Saksi-Saksi Yehuwa telah sering kali menyebabkan aksi massa dan penindasan di berbagai negara terhadap mereka, termasuk Kuba, Amerika Serikat, Kanada, Singapura dan Nazi Jerman. Doktrin agama tentang netralitas politik telah menyebabkan anggota SSY yang menolak wajib militer dipenjara (misalnya di Inggris selama Perang Dunia II dan setelah itu selama periode layanan nasional wajib).

Selama Perang Dunia, Saksi-Saksi Yehuwa menjadi sasaran di Amerika Serikat, Kanada dan banyak negara lain atas penolakan mereka terhadap wajib militer atau membantu upaya perang. Di Kanada, Saksi-Saksi Yehuwa diinternir di kamp-kamp Bersama dengan para pembangkang politik dan orang-orang keturunan Jepang dan Cina. Kegiatan Saksi-Saksi Yehuwa sebelumnya telah dilarang di Uni Soviet dan di Spanyol, sebagian besar disebabkan karena penolakan mereka untuk melakukan layanan militer (WaMil). Kegiatan keagamaan mereka saat ini dilarang atau dibatasi di beberapa negara, misalnya di Singapura, Cina, Vietnam, dan negara-negara mayoritas Islam. Menurut beberapa jurnal, "Dilihat secara global, penganiayaan ini telah begitu gigih dan intensif, sehingga dapat dikatakan bahwa saksi Yehuwa sebagai agama yang paling dianiaya pada abad kedua puluh” di dunia.


Ya, jelaslah SSY sebagai kelompok agama minoritas (di seluruh dunia hanya 7 juta penganut SSY di antara jumlah 7 milyar penduduk dunia), dan NEKAT berada pada sisi oposisi politik dan kritikus agama, pasti akan dibenci. Koq bisa mirip dengan kondisi para Pengikut Yesus dahulu kala ya?

Think about it.

saksiyehuwa mengatakan...

pengikut lia eden lebih minoritas lagi. dia nekat juga berada pada sisi oposisi politik dan kritikus, dan dibenci. kalau misalkan dia mengaku mirip kasiha Yesus yang ditekan mayoritas, bagaimana?

kesimpulan: jumlah sedikit, dan dianiaya, tidak menjamin keyakinan tsb seperti Yesus dahulu kala

saksiyehuwa mengatakan...

menurut saya, Sdr memberikan contoh yang tidak proporsional.
yang Sdr contohkan adalah pihak yang berada dalam politik dan kemudian tidak memancarkan terang Kristus.

justru orang Kristen harus tidak kompromi, dan kalau perlu, rela dianiaya seperti tokoh reformis Kristen yang berani bersuara.

bagaimana kalau Sdr ambil contoh perjuangan penolakan orang kristen evangelical-tradisional di AS terhadap pernikahan sesama jenis?

Anonim mengatakan...

You wrote:
Tentu anda setuju bahwa jika Hitler menganiaya SSY karena mereka berani mengkritik gereja Katolik, hal itu sama saja membuktikan bahwa Hitler telah bertindak jahat bahkan munafik, karena telah menghalalkan dirinya membantai manusia "atas dasar agama" (atau karena agamanya dikritik), tak jauh beda dengan beberapa kelompok agama mayoritas yang melakukan tindakan terorisme terhadap kelompok lain yang berseberangan atas nama Jihad Agama.

My reply:
Pernyataan anda Hitler "membantai manusia atas dasar agama" adalah salah besar. Karena jelas2 dia melanggar perintah Alkitab untuk mengasihi sesama manusia. Hitler bukan Kristen/Katolik.
Berbeda dengan Jihad Agama seberang adalah "atas dasar agama" karena tertulis dan diperintahkan dalam kitab suci mereka.

Vatikan menandatangani sekutu dengan Italia. Tahu2 Italia bersekutu Nazi. Hitler minta Vatikan tidak ikut campur, ini disetujui dan Katolik konsisten. Meskipun berbagai biara mereka dipakai markas Nazi & Mussolini.

Lalu, kenapa SSY ditangkap karena mengeritik Katolik? Karena sejak awal PD II, Rutherford (presiden SSY waktu itu) mengeritik SEMUA pemerintahan (termasuk Jerman), dan menuduh semua sudah dimanipulasi gereja Katolik yang dinyatakan sebagai "Pelacur dari Babilon".

Namun "deklarasi" mereka kepada Hitler berkata lain.
Coba lihat di...

http://en.wikipedia.org/wiki/Persecution_of_Jehovah's_Witnesses_in_Nazi_Germany

[bersambung ke posting berikut]

Anonim mengatakan...

[sambungan dari posting sebelumnya]

You wrote:
Sebenarnya anda tahu persis bahwa "kritikan pedas" terhadap gereja Katolik sudah ada dari sejak berabad-abad lalu (sebelum SSY muncul), dan para kritikus yang berani menyerang gereja akan dianiaya dan disebut dgn julukan "Bidah" atau Sesat (jika anda memang seorang peneliti agama yg suka riset, anda pasti tahu).

My reply:
Awalnya masyarakat (bukan gereja), yang mengucilkan kelompok2 yang dinilai sesat. Dan kadang masyarakat2 itu menghakimi dengan membunuh mereka. Gereja hanya melakukan pelarangan dan kadang2 penahanan.

Paus Gregori IX pada abad 12 yang meresmikan inkuisisi. Tujuannya untuk melindungi ajaran gereja Roma dan berharap yang sesat kembali ke ajaran gereja. Demi melindungi, Paus menyerahkan hukuman kepada pemerintah2 yang ada (bukan gereja). Dan banyak negara pada waktu itu memakai hukuman mati dengan dibakar. Para penyihir dan dukun2 setan banyak yang dihukum.

Tapi anda menulis seakan gereja yang menganiaya.

[bersambung ke posting berikut]

Anonim mengatakan...

[sambungan dari posting sebelumnya]

You wrote:
Sejarah "berdarah" dari gereja-gereja yang mengaku pengikut Kristus tercatat dalam sejarah. Tokoh-tokoh seperti John Wycliff, William Tyndale, John Huss, Arius, Martin Luther, yang dianiaya, dikejar-kejar, dibakar hidup-hidup atas perintah dan persetujuan Paus dan pemimpin Agama Katolik. Itulah sebabnya belakangan muncul agama Protestan (karena kelompok Kristen itu suka MemProtes Katolik) - baca sejarah "Inkuisisi" / "Inquisition".

http://id.wikipedia.org/wiki/Inkuisisi

My reply:
Saya luruskan...
Yang dibakar hidup2 hanya John Wycliff dan John Huss. Yang lain tidak dianiaya, tapi pengikutnya banyak yang dianiaya.
Sedangkan Arius bukan tokoh Reformasi. Dia hanya dikucilkan, namun ajarannya berkembang menjadi Arianisme.

Inkuisisi berasal dari kata "inquiro" atau bertanya, menyelidik. Setelah gereja Roma makin besar pada abad2 pertengahan, masyarakat menganggap bidah sebagai musuh masyarakat (bukan gereja). Siapapun akan sependapat dengan keadaan masa itu bahwa ajaran sesat dirasakan mengancam masyarakat. Itulah yang dirasakan pertama kali oleh kerajaan Roma abad 4 dengan munculnya tokoh Arius. Kerajaan Roma terpecah dua akibat ajaran Arius/Arianisme vs Konsili Nicea (Namun Arianisme lenyap pada abad ke-10).

Hmmm, sejarah terulang kembali.
SSY juga memakai tehnik inkuisisi dalam Komite Yudisialnya dengan hukuman sama seperti Katolik dulu: excommunication (dipecat/dkucilkan) dari organisasi dan keluarga.
SSY mengeritik inkuisisi tapi juga memakainya *sighing*

[bersambung ke posting berikut]

Anonim mengatakan...

[sambungan dari posting sebelumnya]

You wrote:
Tidak hanya para Reforman agama Kristen yang dianiaya sepanjang sejarah, para ilmuan / scientist juga ditangkap, dipenjara dan bahkan dibunuh jika berani meluncurkan ide atau pemikiran yang bertentangan dengan agama Katolik dulu, contohnya Galileo dan Copernicus.

My reply:
Saya luruskan...

Menurut Dr. Kirsten Birkett...
Pada 1616, para teolog Roma membahas teori Copernicus. Hasilnya keluarlah dekrit yang mengatakan: heliosentris (bumi mengitari matahari) tidak sesuai iman.

16 tahun kemudian, Galileo sependapat dengan Copernicus dan mendiskusikan pendapatnya dengan bebas di dalam lingkungan universitas. Lalu dia dipenjara.

Kenapa Copernicus tidak dianggap sesat sedangkan Galileo dianggap sesat?

Jawabannya akan panjang, tapi intinya adalah:
- Karena Galileo sengaja dipakai sebagai alat konflik para politisi di Roma yang tak ada hubungannya dengan astronomi.
- Adanya reaksi Protestan yang memihak Galileo.
- Tapi pada prinsipnya, Pertentangan Galileo bukanlah pertentangan antara keKristenan dan iptek. Tapi antara para akademisi iptek kuno (aliran Aristoteles) dan iptek modern, di mana gereja diikutkan.

Kesimpulan:
Anda memakai sejarah versi Ateis untuk mendukung bahwa gereja menentang iptek, tanpa menyelidiki lebih dalam.
SSY sendiri menentang iptek dengan mengatakan bahwa transfusi darah = makan darah. Padahal dunia kedokteran menyatakan bahwa transfusi darah = transplantasi cairan.
Seandainya ada SSY yang setuju dengan iptek, transfusi darah = transplantasi cairan, bukan makan, maka apakah ia akan dipecat? Jawab: Ya.

[bersambung ke posting berikut]

Anonim mengatakan...

[sambungan dari posting sebelumnya]

You wrote:
Belum lagi sejarah berdarah Perang Salib yang telah memakan ribuan bahkan jutaan nyawa, hanya karena abisi para pemimpin politik dan pemimpin agama.

My reply:
Quote dari link Wikipedia anda...
Penyebab langsung dari Perang Salib Pertama adalah permohonan Kaisar Alexius I kepada Paus Urbanus II untuk menolong Kekaisaran Byzantium dan menahan laju invasi tentara Muslim ke dalam wilayah kekaisaran tersebut.

Ya, pada dasarnya pihak Muslim yang mulai berjihad. Pemimpin agama dan politik tentu punya ambisi dalam arti positif, yaitu mempertahankan gereja dari serbuan Muslim. Sama seperti Badan Pimpinan SSY punya ambisi mempertahankan organisasinya dengan cara mencegah pengikutnya dari informasi tentang medis, tentang Alkitab, tentang sejarah SSY dan terutama tentang informasi sepak terjang pemimpin mereka yang tidak sesuai dengan apa yang mereka ajarkan, supaya pengikutnya tetap berada dalam organisasi.

Tapi pernah terbayang apa jadinya jika tidak ada Perang Salib? Jawab: Muslim akan melenyapkan gereja sesuai dengan "ayat2 pedang" dari kitab suci mereka.
Pernahkan terbayang jika tidak ada Reformasi? Jawab: SSY mungkin tidak akan ada karena kebebasan berpendapat akan lenyap.
Pernahkan terbayang apa jadinya SSY jika Hitler tidak ditaklukkan? Jawab: Hmmm.

Berterimakasihlah kepada Perang Salib, Reformasi dan pasukan Sekutu PD II. Atas jasa2 ,ereka itulah SSY bisa ada dan bebas berdinas sampai sekarang.

[bersambung ke posting berikut]

Anonim mengatakan...

[sambungan dari posting sebelumnya]

You wrote:
Jadi saya pribadi sependapat jika SSY atau orang Kristen Sejati menolak untuk mengikuti dunia politik.

My reply:
Pada masa Nazi, sewaktu Jerman menangkap Yahudi, para ilmuwan bersikap netral, sesuai dengan sikap ilmu terhadap politik.
Ketika Komunis dan lawan2 politik Nazi ditangkap, para ilmuwan bersikap netral karena mereka merasa bukan Komunis ataupun menentang Nazi.
Ketika Nazi menangkap orang2 dengan kelainan jiwa, para ilmuwan bersikap netral karena mereka bukan sakit jiwa.

Begitu para ilmuwan ditangkap, tidak ada lagi yang membela mereka. Kalaupun Komunis, Yahudi dan lain2 masih ada, rasanya mereka tidak akan mau membela para ilmuwan itu.

Kristen sejati bukan ditentukan oleh netralitas politiknya. Lalu apakah ilmuwan, artis, orang2 awam lain yang enggan berpolitik berarti Kristen sejati?
Jawab: Rasanya tidak.

You wrote:
Saya justru kagum melihat keberanian dari SSY dan para tokoh reformis Kristen yang berani mengkritisi berbagai penyimpangan agama Kristen, ketimbang "menjilat" para pemimpin Agama dan pemimpin Politik untuk mendapat keamanan semu, namun mentoleransi penyimpangan.

http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Salib

Bagaimana menurut anda?

My reply:
Keberanian SSY tidak sama dengan keberanian tokoh2 Reformis Kristen.

Penulis publikasi2 MP bukan SSY, tapi Presiden mereka (sekarang memakai tim "Writing Division"). Dialah yang mengkritik apa yang dianggap "penyimpangan Kristen". Sedangkan SSY menuruti dan percaya saja apa2 yang ditulis dalam MP. Tapi mereka yang berada di tengah konflik politik menjadi korban mempertahankan keyakinan yang diperoleh dari MP. Sementara itu Presidennya hidup mewah di Beth Sarim. Meski Rutherford pernah dipenjara pada 1918, tapi bukan karena ajarannya melainkan karena dituduh mata2. Sejak berdiri, AS punya kebebasan berpendapat. Tidak ada Undang2 untuk memenjarakan orang karena ajaran sesat.

Sebaliknya pada tokoh2 Reformasi, merekalah yang jadi korban. Tokoh2nya berasal dari ilmuwan (itu sebabnya pendeta memakai toga). Mereka menerjemahkan, membagi2kan dan mengajak orang membacanya dengan kritis. Pengikutnya mengeritik Katolik bukan karena otoritas pemimpin Reformasi tapi karena alasan alkitabiah dan kritis.

*Kelihatan 'kan perbedaan keberanian keduanya.*

cmiiw ^.^
=aud=

Anonim mengatakan...

tambahan

Apakah SSY tidak "menjilat pemimpin agama dan politik"?

Sebelum Perang Dunia II, pihak Katolik menandatangani perjanjian sekutu dengan Italia. Tapi Italia kemudian bersekutu dengan Nazi. Vatikan tidak bisa berkutik. Namun pihak Vatikan sudah meminta maaf atas peristiwa itu - meski terlambat. Lebih baik minta maaf daripada tidak.

Pada Perang Dunia II, Presiden Rutherford menulis surat "deklarasi" kepada Hitler yang berpihak kepada Nazi dan anti Yahudi. Tujuannya untuk melindungi aset2nya di Jerman.

Surat itu dicantumkan dalam Buku Tahunan 1933.
Lalu pada 1974, dalam buku tahunan tertulis bahwa Balzereit-lah yang mengubah surat deklarasi itu untuk menyenangkan hati Nazi.
Pada Sedarlah! 8 Juli 1998 MP menyangkal isi deklarasi itu berpihak kepada Nazi.

Keduanya sama2 "menjilat", Vatikan karena terikat perjanjian, sedangkan SSY secara sukarela demi melindungi aset2nya di Jerman.
Berbeda dengan gereja Katolik yang minta maaf, MP justru menutup-nutupi kesalahannya *sigh*.

cmiiw ^.^

Anonim mengatakan...

You wrote:
Sepanjang sejarah Saksi-Saksi Yehuwa ', keyakinan mereka, doktrin dan praktek agama mereka telah menimbulkan kontroversi dan penentangan sengit dari pemerintah daerah, masyarakat, dan kelompok agama.

My reply:
Ya, karena isi publikasinya sering mengeritik agama2 lain, pemerintah, dll. Wajar saja kalau yang dikritik sebal. Apalagi kalau tuduhan itu tidak benar dan tidak jujur.

You wrote:
Banyak denominasi Kristen mempertimbangkan dan menganggap bahwa doktrin Saksi-Saksi Yehuwa sesat. Beberapa pemimpin agama menuduh Saksi-Saksi Yehuwa sebagai kultus.

My reply:
Tuduhan mereka tentu beralasan.
Misalnya:
- Aliran sesat memakai cara menipu dalam merekrut. SSY mengundang orang belajar Alkitab tapi ternyata memakai buku lain, misalnya buku "Apa yang Alkitab ajarkan". Ini namanya menipu.
- Meninggikan dogmanya dan membiarkan pengikutnya jadi korban. Misalnya, meninggikan perintah larangan transfusi darah, transplantasi dan vaksinasi. Dan membiarkan pengikutnya menderita dan ada yang tewas. Tapi kini larangan transplantasi dan vaksinasi sudah dicabut.

[bersambung ke posting berikut]

Anonim mengatakan...

[sambungan dari posting sebelumnya]

You wrote:
Menurut profesor hukum Archibald Cox : di Amerika Serikat Saksi-Saksi Yehuwa adalah "korban utama dari penganiayaan agama".

My reply:
Saya luruskan statementnya:
Archibald Cox memakai data2 kasus di pengadilan AS. Menurut dia, SSY paling sering berhadapan dengan pengadilan menyangkut kebebasan bicara. Mereka paling sering dituntut karena dianggap "sering mengganggu" atas nama kebebasan bicara - bukan dianiaya karena nama Yesus seperti tertulis di Alkitab.

Sementara publikasi2 MP terus menerus mengkritik dan mengejek agama2 lain dan pemerintahan2. Artinya SSY juga "menganiaya" pihak lain.

You wrote:
Permusuhan politik dan agama terhadap Saksi-Saksi Yehuwa telah sering kali menyebabkan aksi massa dan penindasan di berbagai negara terhadap mereka, termasuk Kuba, Amerika Serikat, Kanada, Singapura dan Nazi Jerman. Doktrin agama tentang netralitas politik telah menyebabkan anggota SSY yang menolak wajib militer dipenjara (misalnya di Inggris selama Perang Dunia II dan setelah itu selama periode layanan nasional wajib).

My reply:
Sama seperti di AS, SSY "sering mengganggu" orang lain dengan alasan kebebasan bicara.

Aksi massa dan penindasan?

Hmmm...
?Yoh 15:18 Jika dunia membenci kamu, kamu tahu bahwa ia telah membenci aku (Yesus) sebelum ia membenci kamu.

Pernahkah SSY dibenci karena nama Yesus?

Rasanya tidak. SSY memang disebelin karena banyak sebab, tapi bukan karena nama Yesus atau Yehuwa. Antara lain karena...
- ajarannya yang melarang pengikutnya transfusi darah
- menentang wajib militer berarti melanggar hukum negara
- publikasi2nya yang mengeritik agama2 lain & pemerintah, dan menurut MP: membongkar kepalsuan agama lain bukanlah menganiaya, tapi jika agama lain membongkar kepalsuan SSY, dianggap sebagai penganiayaan *sighing*

Tapi setiap aliran sesat punya kemiripan, begitu juga SSY. Kritikan kepada mereka dianggap sebagai penganiayaan dan sebagai tanda bahwa mereka adalah orang2 pilihan Tuhan.

Perilaku SSY telah menodai nama Yehuwa.

[bersambung ke posting berikut]

Anonim mengatakan...

[sambungan dari posting sebelumnya]

You wrote:
Selama Perang Dunia, Saksi-Saksi Yehuwa menjadi sasaran di Amerika Serikat, Kanada dan banyak negara lain atas penolakan mereka terhadap wajib militer atau membantu upaya perang.

My reply:
Ya, mereka dianggap pro Nazi. Tapi bukan penganiayaan karena nama Yesus.

Anyway, SSY pernah membantu perang dunia sewaktu Rutherford, melalui publikasinya, mengajak SSY membeli obligasi perang... *Oops!*

You wrote:
Di Kanada, Saksi-Saksi Yehuwa diinternir di kamp-kamp Bersama dengan para pembangkang politik dan orang-orang keturunan Jepang dan Cina.

My reply:
Pada masa itu Kanada masih memberlakukan UU yang rasialis. Mereka menangkap yang melanggar UU. Jepang karena PD II, Cina krn perdagangan, (tambahan: Yahudi krn anti semit), SSY karena menantang ajaran2 gereja. Pemerintah Kanada, akhirnya mengijinkan SSY bebas mempromosikan agamanya.

You wrote:
Kegiatan Saksi-Saksi Yehuwa sebelumnya telah dilarang di Uni Soviet dan di Spanyol, sebagian besar disebabkan karena penolakan mereka untuk melakukan layanan militer (WaMil).

My reply:
Menolak wamil adalah melanggar hukum negara2 itu.
Tapi di Meksiko SSY diijinkan Badan Pimpinan untuk menyogok pejabat spy mendapat surat sudah ikut wamil. Sementara di Malawi, Badan Pimpinan melarang SSY membayar kartu politik.

You wrote:
Kegiatan keagamaan mereka saat ini dilarang atau dibatasi di beberapa negara, misalnya di Singapura, Cina, Vietnam, dan negara-negara mayoritas Islam.

My reply:
Karena publikasi2nya dianggap menebar kebencian.
Sedangkan di negara2 mayoritas Islam, semua yang non-Islam cenderung dilarang dan dibatasi, bukan hanya SSY.

[bersambung ke posting berikut]

Anonim mengatakan...

[sambungan dari posting sebelumnya]

You wrote:
Selama Perang Dunia, Saksi-Saksi Yehuwa menjadi sasaran di Amerika Serikat, Kanada dan banyak negara lain atas penolakan mereka terhadap wajib militer atau membantu upaya perang.

My reply:
Ya, mereka dianggap pro Nazi. Tapi bukan penganiayaan karena nama Yesus.

Anyway, SSY pernah membantu perang dunia sewaktu Rutherford, melalui publikasinya, mengajak SSY membeli obligasi perang... *Oops!*

You wrote:
Di Kanada, Saksi-Saksi Yehuwa diinternir di kamp-kamp Bersama dengan para pembangkang politik dan orang-orang keturunan Jepang dan Cina.

My reply:
Pada masa itu Kanada masih memberlakukan UU yang rasialis. Mereka menangkap yang melanggar UU. Jepang karena PD II, Cina krn perdagangan, (tambahan: Yahudi krn anti semit), SSY karena menantang ajaran2 gereja. Pemerintah Kanada, akhirnya mengijinkan SSY bebas mempromosikan agamanya.

You wrote:
Kegiatan Saksi-Saksi Yehuwa sebelumnya telah dilarang di Uni Soviet dan di Spanyol, sebagian besar disebabkan karena penolakan mereka untuk melakukan layanan militer (WaMil).

My reply:
Menolak wamil adalah melanggar hukum negara2 itu.
Tapi di Meksiko SSY diijinkan Badan Pimpinan untuk menyogok pejabat spy mendapat surat sudah ikut wamil. Sementara di Malawi, Badan Pimpinan melarang SSY membayar kartu politik.

You wrote:
Kegiatan keagamaan mereka saat ini dilarang atau dibatasi di beberapa negara, misalnya di Singapura, Cina, Vietnam, dan negara-negara mayoritas Islam.

My reply:
Karena publikasi2nya dianggap menebar kebencian.
Sedangkan di negara2 mayoritas Islam, semua yang non-Islam cenderung dilarang dan dibatasi, bukan hanya SSY.

[bersambung ke posting berikut]

Aud.Tangkere mengatakan...

[sambungan dari posting sebelumnya]

You wrote:
Menurut beberapa jurnal, "Dilihat secara global, penganiayaan ini telah begitu gigih dan intensif, sehingga dapat dikatakan bahwa saksi Yehuwa sebagai agama yang paling dianiaya pada abad kedua puluh” di dunia.

My reply:
Saya tidak tahu dari jurnal mana.
Tapi pernahkah anda riset tentang penganiayaan agama2 lain? Jawab: rasanya tidak. SSY cenderung hanya dapat informasi tentang penganiayaan agamanya sendiri.

Anyway, rasanya, SSY memang "layak dianiaya". Alasannya...

- Bila melanggar hukum, tentu dihukum. Misalnya, menyembunyikan pengikutnya dari kasus2 pedofilia dan kriminal untuk menjaga nama baik organisasi. (Seperti kasus terakhir: Candace Conti)

- SSY merusak kehidupan: membuat kekecewaan bagi yang dikucilkan, penderitaan bagi anak2 yang mendapat banyak larangan2. Menyusahkan dalam medis. Dll.

- Dan yang paling menyebalkan: klaim SSY sebagai paling sesuai dengan Alkitab adalah bohong. SSY memakai Alkitab untuk mendukung pendapatnya, bukan sebaliknya. Anda bisa membuktikan kesalahan ajaran mereka dengan Alkitab terjemahan mereka sendiri - seperti di blog/situs ini.

You wrote:
Ya, jelaslah SSY sebagai kelompok agama minoritas (di seluruh dunia hanya 7 juta penganut SSY di antara jumlah 7 milyar penduduk dunia), dan NEKAT berada pada sisi oposisi politik dan kritikus agama, pasti akan dibenci. Koq bisa mirip dengan kondisi para Pengikut Yesus dahulu kala ya?

Think about it.

My reply:
SSY bukan nekat, melainkan tunduk dan patuh pada ajaran organisi MP. Yang tidak tunduk akan dikucilkan. Sama seperti aliran2 sesat lain yang tunduk kepada pimpinan mereka.

Mereka bukan dianiaya karena mengikuti Kristus, melainkan karena didikte oleh segelintir orang di New York berpangkat Badan Pimpinan, yang hidup nyaman dan sama sekali tidak pernah teraniaya.

Riset Vatikan:
75 dari 100 orang tewas karena agama adalah Kristen, (karena menyandang nama Kristus - Kristen).

http://en.wikipedia.org/wiki/Persecution_of_Christians

cmiiw ^.^

AMPI mengatakan...

Sdr Aud.Tangkere

Bersediakan Sdr menghubungi saya di bertanya.ssy@gmail?

saya memiliki sebuah gagasan untuk Sdr.

Terima kasih

Salam kasih Tuhan Yesus