Blog ini tidak dibuat oleh seorang Saksi Yehuwa. Blog ini membahas ajaran Saksi Yehuwa dengan menggunakan publikasi dan Alkitab. Ditujukan kepada siapa saja yang berhati tulus dan ingin memeriksa kebenaran pengajaran Saksi Yehuwa.

Senin, 28 Mei 2012

Setan itu Pribadi, Mengapa Roh Kudus Bukan?

Suatu ketika di tahun 1973, MP mengulas hal mengenai Setan. MP membahas pandangan yang mengatakan bahwa Setan bukanlah pribadi.

g73 12/8 p. 27

According to the New York Times Magazine of February 4, 1973, a Catholic Scripture scholar recently said: “No up-to-date theologian believes that Satan is a person.”

Terj.

Menurut Majalah New York Times 4 Februari 1973, seorang sarjana Alkitab Katolik baru-baru ini mengatakan: “Tak ada teolog up-to-date yang percaya bahwa Setan adalah pribadi.”

MP memberikan beberapa alasan mengapa Setan adalah pribadi, bukan tenaga aktif.

g73 12/8 p. 27

Can an unintelligent ‘force’ carry on a conversation with a person? Also, the Bible calls Satan a manslayer, a liar, a father (in a spiritual sense) and a ruler. (John 8:44; 14:30) Only an intelligent person could fit all those descriptions. Therefore, M’Clintock and Strong’s Cyclopædia states: “All the forms of personal agency are made use of by the sacred writers in setting forth the character and conduct of Satan. . . . Every quality, every action, which can indicate personality, is attributed to him in language which cannot be explained away.”

Terj.

Dapatkan ‘tenaga’ yang tak berakal bercakap-cakap dengan seorang pribadi? Juga, Alkitab menyebut Setan [sebagai] pembunuh manusia, pendusta, dan bapak (dalam makna rohani) dan penguasa. (Yoh. 8:44; 14:30) Hanya seorang pribadi yang berakal yang dapat cocok dalam deskripsi-deskripsi ini. Oleh karena itu, M’Clintock dan Strong’s Cyclopædia menyatakan: ”Semua bentuk keagenan pribadi digunakan oleh para penulis [tulisan-tulisan] suci dalam menggambarkan karakter dan perbuatan Setan … Setiap kualitas, setiap perbuatan, yang dapat mengindikasikan kepribadian, diterapkan kepadanya dalam bahasa yang tak dapat dijelaskan.”

Dari publikasi di atas, didapatkan tiga syarat ‘sesuatu’ dikatakan pribadi. Setan memenuhi tiga syarat ini, sehingga terbukti bahwa Setan adalah pribadi. Apakah Roh Kudus juga memenuhi syarat-syarat itu?

Syarat

Roh Kudus

dapat bercakap-cakap dengan pribadi

Juga dapat bercakap-cakap (Kisah 10;19; 13:2)

Dapatkah listrik bercakap-cakap?

memiliki kualitas layaknya seorang pribadi

dapat didukakan (Ef. 4:30), dapat didustai (Kisah 5:3), memiliki kehendak (1 Kor. 12:11), dapat

Apakah Saudara dapat mendukakan listrik, mendustai listrik? Apakah listrik memiliki kehendak?

melakukan perbuatan yang dilakukan oleh seorang pribadi

memberikan perintah (Kisah 8:29), memberikan kesaksian (Roma 8:16), mengajarkan dan mengingatkan (Yoh. 14:26)

Dapatkah listrik memberikan perintah? Dapatkah listrik memberikan kesaksian? Dapatkah listrik mengajarkan mengingatkan kita akan sesuatu?

Jadi, Roh Kudus memenuhi syarat-syarat yang sama yang dipenuhi oleh Setan untuk dapat dikatakan sebagai “seorang pribadi”.

3 komentar:

Anonim mengatakan...

·
Ini ayat yang paling dikenal oleh SSY...

Karena roh kudus dan kami sendiri telah berkenan untuk tidak menambahkan lebih banyak beban kepadamu, kecuali hal-hal yang perlu ini: agar kamu tetap menjauhkan diri dari hal-hal yang dikorbankan kepada berhala, dari darah, dari binatang yang mati dicekik, dan dari percabulan. Jika kamu dengan cermat menjauhkan diri dari hal-hal ini, kamu akan sejahtera. Semoga kamu sehat!” (Kis 15:28-29)

SSY tidak pernah membaca ayat ini dengan cara lain: bahwa para murid berkonsultasi dulu dengan Roh Kudus.

Bagaimana dengan menghujat/hujat Roh Kudus?

Menurut Pemahaman (Insight of Scriptures) hal 971-973, di bawah judul "Hujah dalam kitab2 Yunani":
Hujah mencakup tindakan mengklaim sifat atau hak prerogatif Allah, atau mengenakannya pada orang atau benda lain. Para pemimpin agama Yahudi menuduh Kristus Yesus menghujah karena ia mengatakan bahwa dosa beberapa orang telah diampuni, dan mereka mencoba merajamnya sebagai penghujah karena ia menyatakan dirinya Putra Allah.

Karena MP menyatakan diri sebagai saluran komunikasi Allah, mereka menempatkan diri pada posisi sebagai perantara antara Allah dan manusia. Berarti mereka sama dengan Yesus, yang merupakan satu2nya perantara (1 Tim 2:5).

BTW, Terjemahan Dunia Baru menulis kata "roh kudus" dengan huruf kecil, tapi "Iblis" dengan huruf besar, begitu juga dengan "Saksi2 Yehuwa" atau "Badan Pimpinan"... hmmmm.

cmiiw ^.^
=aud=

Lingga Aditya mengatakan...

Salib boleh dipake ga ya??? Ibrani 6:6

saksiyehuwa mengatakan...

Dear Sdr. Lingga (8 Mei 2013 09.37),

bisa tolong perjelas maksudnya Salib "digunakan" sebagai apa? dalam ibadah, kalung, atau apa?

salam,
MKSY